Faldo Maldini: Ahok Pernah Bertarung Untuk Aktivis Idealis Di DPR

REINHA.com – Wasekjen DPP PAN, Faldo Maldini turut memberi suara atas bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok.
Melalui akun Twitternya Faldo mengatakan bahwa Ahok adalah seorang politisi yang sangat berpengelaman, dimana Ahok pernah menjadi kader di 3 partai. Oleh karena itu, Ahok menurut Faldo, tahu keluh kesah seseorang yang bertarung di arena politik.
(Baca juga: Fahri Hamzah: Pak Presiden, Sudah 6 Bulan, Korban Gempa Itu Belum Mendapat Rumah Yang Bapak Janjikan)
“Saya tidak kenal Pak BTP. Kalau Pak Ahok, saya sudah lihat hampir semua videonya di Youtube. Beliau politisi yang sangat berpengalaman, Paling tidak, sudah pernah jadi kader 3 partai. Dia tahu keluh kesah seseorang yang bertarung di arena politik” tulis Faldo di akun miliknya.
Salah satu sikap politik Ahok yang paling diingat oleh Faldo yaitu “bahas dana politik”. Ahok ingin aktivis idealis bisa tarung secara adil, Di komisi II, Ahok memperjuangkan itu.
“Sekarang, kita lihat ada baliho kandidat bersama yang dibuat penyelenggara adalah ide beliau” ungkap Faldo.
Lebih lanjut lagi, Faldo mengatakan Ahok tahu betul, aktivis yang idealis akan sulit bertarung dengan orang-orang yang pendanaanya kuat.
“Tapi, aktivis idealis punya visi untuk warga. Ketika di Komisi II, dia minta KPU-Bawaslu berpikir lebih inovatif untuk jawab persoalan ini. Agar ada solusi untuk politik kita” terang Faldo.
Faldo pun kemudian membahas soal debat perdana Pilpres 2019, dimana pada debat tersebut, Petahana malah menjawab “saya tidak keluar uang” waktu ditanya Prabowo soal dana politik. Ini menurut Faldo sangat bertentangan dengan semangat Ahok selama ini yang sudah berpikir soal solusi persoalan itu sejak jadi anggota DPR.
Harusnya, lanjut Faldo, Petahana datang dengan solusi, bukan menyeret persoalan yang fundamental ini ke ukuran pribadinya.
“Saya jadi curiga jangan-jangan petahana tidak paham sulitnya orang-orang biasa seperti saya mencari pendanaan untuk wujudkan idealisme di dunia politik” kata Faldo.
(Baca juga: Kenang Jenderal Sudirman, Prabowo Subianto Ingat Saat Dirinya Dibina Dan Digembleng)
Sekarang, publik serahkan beban berat pada parpol, mulai dari kaderisasi, pengawasan, pendidikan politik. Sementara, parpol tidak boleh mencari uang. Lalu, bagaimana cara jalankan semua kewajiban-kewajiban itu kalau tidak ada regulasinya?
Faldo pun berharap agar Petahana yang diklaim paham masalah, mengajukan uji argumentasi.
“Kita lebih cocok model “Amerika” dengan lobbyist yang legal atau “Latin” yang biaya saksi ditanggung oleh negara? Tapi, jawabannya “Saya tidak keluar uang waktu jadi cagub” kata Faldo.
“Sementara, tidak ada solusi, politisi-politisi ditangkap OTT tiap pekan oleh KPK, di satu sisi kita senang banyak koruptor masuk bui, tetapi di sisi lain, kita sedih, belum ada solusi yang kongkret tentang permasalahan dana politik di Indonesia” ungkap Faldo.
Masalah ini harus jadi perjuangan bersama. Faldo pun berharap BTP tidak lupa dengan perjuangannya. Soalnya, lanjut Faldo, kolega BTP yang saat ini menjadi Petahana, sepertinya tidak mengetahui jika BTP pernah bertarung untuk para aktivis yang idealis di DPR, tutup Faldo.
# Faldo Maldini: Ahok Pernah Bertarung Untuk Aktivis Idealis Di DPR


