Mengenal Apa Itu Gangguan Kejiwaan Bipolar (Bipolar Disorder)

REINHA.com – Secara umum, ketika seseorang dihadapkan pada stres dalam kehidupannya, maka orang tersebut mencari cara untuk memudahkan atau meringankan stresnya tersebut.
Adalah sesuatu yang normal jika terjadi perubahan mood bila menghadapi tekanan yang berlebih entah itu dalam urusan pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.
(Baca juga: Mari Mengenal Baik Dan Buruknya Garam Untuk Kesehatan)
Namun berbeda halnya dengan orang-orang yang kesulitan mengatur emosi atau mood yang dihadapi, akan terjadi suatu perubahan suasana hati yang ekstrem, yang berujung pada rusaknya hubungan pribadi, rendahnya motivasi dan produktivitas di tempat kerja, dan yang lebih buruk lagi dapat menyebabkan perasaan ingin melakukan bunuh diri.
Suatu kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan suasana hati yang ekstrem dikenal dengan istilah Bipolar Dissorder.
Sesuai namanya, pasien gangguan afektif bipolar mungkin menunjukkan kedua mood mania (bahagia) dan depresi. Saat memiliki mania, mereka menunjukkan suasana hati yang gembira, merasa sangat bersemangat, percaya diri, penuh dengan gagasan dan merasa tidak berdaya. Tapi saat depresi datang, mereka akan kehilangan minat dalam segala hal, kekurangan energi dan pesimis yang menyedihkan.
Penyebab pasti tidak diketahui, namun mungkin terkait dengan faktor berikut:
- Keturunan: Kembar identik pasien dan kerabat langsung memiliki kesempatan lebih tinggi terkena penyakit ini.
- Struktur otak: Studi menemukan bahwa pasien gangguan afektif bipolar memiliki struktur otak yang berbeda dengan orang biasa.
- Maladjustment neurotransmiter otak: Sekresi neurotransmiter otak seperti dopamin, serotonin atau noradrenalin menjadi tidak normal.
- Perubahan hormon: Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan gangguan ini.
- Faktor lainnya: Stres, penyalahgunaan obat-obatan atau mengalami perubahan berat.
Orang yang mengidap bipolar, akan menunjukkan gejala atau ciri saat mania (bahagia) dan saat depresi.
- Saat episode mania (bahagia)
• Menunjukkan kegembiraan, kesenangan.
• Pikiran balap: sangat banyak bicara, ada banyak ide bagus, dan pikiran berubah dengan cepat, menunjukkan rasa percaya diri dan kesombongan yang berlebihan.
• Aktivitas dan energi yang berlebihan: menghasilkan banyak gagasan, aktif dan sibuk sepanjang waktu, belanja yang berlebihan, murah hati yang berlebihan. Bersemangat seharian dan sangat energik.
- Saat episode depresi
• Suasana hati yang rendah: tertekan dan acuh tak acuh, pesimistis dan putus asa terhadap hal-hal rutin, merasa tidak berdaya terhadap kehidupan sehari-hari, hindari berhubungan dengan teman dan saudara.
• Pemikiran lambat: reaksi lambat, dan pemikiran tertutup, berbicara dengan berbisik, selalu dengan bibir bergerak tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
• Mengurangi aktivitas dan energi: sedikit aktivitas, selalu merasa letih, tinggal sendirian di kamar, kadang-kadang bahkan tidak mau minum atau makan, bahkan mengembangkan pikiran atau perilaku bunuh diri.
Adapun tindakan pengobatan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mengkonsumsi obat dari dokter dan menjalani sesi terapi psikologis yang bertujuan untuk menstabilkan emosi penderita bipolar. Penderita bipolar perlu mengikuti instruksi dokter dengan sabar saat mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan, mencatat perubahan mood dan reaksi setelah pengobatan, dan menginformasikan kepada dokter pada pemeriksaan ataupun konsultasi lanjutan.
Pihak keluarga ataupun pasangan dari penderita bipolar pun harus tetap menunjukkan perhatian dan kasih sayang walaupun dalam prosesnya akan terasa berat karena perubahan suasana hati atau mood dari penderita bipolar tidak dapat diprediksi.
# Mengenal Apa Itu Gangguan Kejiwaan Bipolar (Bipolar Disorder)


