Mengenal Dan Memahami Dampak Dari Kehamilan Di Usia Remaja

Mengenal Dan Memahami Dampak Dari Kehamilan Di Usia Remaja
Ilustrasi @thinkstock

REINHA.com – Pada tahun 2014, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) mencatat bahwa 49 dari 1000 remaja perempuan berusia 15-19 tahun mengalami kehamilan setiap tahunnya. Kehamilan di usia muda memiliki resiko yang tinggi, tidak hanya merusak masa depan remaja yang bersangkutan, tetapi juga sangat berbahaya untuk kesehatannya.

Komplikasi dari kehamilan remaja ini tak jarang menyebabkan kematian. Di Indonesia, 48% kejadian kematian ibu (saat hamil dan melahirkan) disebabkan karena hamil di usia yang terlalu muda. Kehamilan di bawah umur memuat resiko yang berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, dan adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.

(Baca juga: Mengenal Apa Itu Gangguan Kejiwaan Bipolar (Bipolar Disorder))

Idealnya, usia seorang perempuan siap mengandung adalah 21 tahun – 35 tahun. Minimnya pengetahuan masyarakat, maupun kasus kehamilan di luar pernikahan, membuat angka kehamilan usia remaja di Indonesia menjadi sangat tinggi. Menurut para ahli kesehatan, ada beberapa faktor mengapa hamil di usia remaja sangat berbahaya dan memiliki banyak resiko.

  1. Keguguran
    Keguguran pada wanita yang hamil di usia remaja umumnya lebih tinggi mengingat masih belum matangnya organ-organ reproduksi.
  2. Bayi Lahir Prematur dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)
    Bayi tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dari ibu. Karena pemahaman remaja terhadap gizi masih sangat minim. Selain itu, perempuan yang hamil di usia remaja biasanya jarang memeriksakan kondisinya secara rutin. Karena tidak adanya kesiapan mereka mengandung si kecil.
  3. Resiko kelainan pada bayi
    Sel telur pada perempuan usia 20 tahun ke bawah, cenderung masih belum sempurna.
    Ketidaksempurnaan ini tentu membuat janin yang dihasilkan dari hasil pembuahan, juga menjadi tidak sempurna dan justru berdampak cacat fisik pada anaknya ketika lahir nanti.
  4. Pendarahan
    Pendarahan menjadi salah satu penyebab kematian pada ibu. Rahim perempuan yang hamil di usia remaja masih terlalu kecil dan bisa menyebabkan kontraksi terganggu. Akibatnya, risiko pendarahan ketika persalinan meningkat.
  5. Mengalami Tekanan Darah Tinggi Saat Kehamilan (Pre-Eklampsia)
    Menurut penelitian ahli kesehatan, perempuan yang hamil di bawah umur 20 tahun, kecenderungan terkena preeklampsia jauh lebih tinggi dibanding perempuan yang hamil di usia ideal 21-35 tahun.
  6. Depresi pasca kehamilan
    Mereka yang hamil pada usia di bawah 20 tahun belum memiliki kemapanan dari segi psikologis. Karena pada dasarnya tubuh perempuan di bawah umur 20 tahun masih belum sepenuhnya siap untuk bereproduksi dan melewati proses persalinan. Hal inilah yang menimbulkan kecemasan, dan pertentangan dalam pikirannya sehingga memicu timbulnya depresi dan stress.
  7. Meningkatkan resiko menderita penyakit kanker serviks
    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa, semakin muda seseorang melakukan “hubungan badan”, maka hal ini dapat meningkatkan resiko terkena kanker leher rahim atau kanker serviks.

# Mengenal Dan Memahami Dampak Dari Kehamilan Di Usia Remaja

  • 13
    Shares