Mengenal Apa Itu Penyakit Asma Bronkial

REINHA.com – Kata “Asthma” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “terengah-engah” atau sukar bernapas. Asma bronkial adalah salah satu penyakit paru yang termasuk dalam kelompok penyakit paru alergi dan imunologi.
(Baca juga: Mengetahui dan Memahami Cara-Cara Pemberian ASI Untuk Bayi)
Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan karena penyempitan saluran napas yang bersifat dinamis, dan dengan derajat penyempitan dapat berubah, baik secara spontan maupun karena pemberian obat, dan kelainan dasarnya berupa gangguan imunologi.
Secara umum, faktor resiko asma terbagi atas dua, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.
- Faktor genetik
- Hipereaktivitas
- Atopi / alergi bronkus
- Jenis kelamin
- Ras / etnik
- Faktor lingkungan
- Alergen di dalam ruangan, misalnya: tungau, debu, bulu kucing, jamur, dll
- Alergen di luar ruangan, misalnya : serbuk sari bunga
- Makanan, misalnya: bahan pengawet, bahan penyedap, pewarna makanan, kacang, makanan laut, susu sapi, telur
- Bahan yang mengiritasi, misalnya : parfum, spray pengharum ruangan
- Obat-obatan tertentu, misalnya golongan aspirin, NSAID
- Ekspresi emosi yang berlebihan
- Pengaruh asap rokok baik itu perokok pasif ataupun perokok aktif
- Polusi udara di luar dan di dalam ruangan
- Aktivitas kerja yang berlebihan
- Perubahan cuaca
Gejala klinis asma terdiri dari 3 gejala utama:
- Sesak nafas : fase menarik nafas (inspirasi) lebih pendek dibandingkan dengan fase menghembuskan nafas (ekspirasi).
- Batuk : bisa berupa batuk kering, atau batuk berdahak berwarna putih berbuih. Makin kental dahak akan memberikan keluhan sesak nafas yang lebih berat.
- Mengi : suara “ngik-ngik” yang sering kali terdengar dengan jelas tanpa menggunakan alat. Suara ini muncul karena udara dari dalam paru dipaksa untuk keluar melalui saluran napas yang tersumbat atau menyempit.
Dan terdapat beberapa gejala tambahan lainnya yaitu dapat berupa rasa berat di dada, produksi sputum, penurunan toleransi kerja, nyeri tenggorokan, dan pada asma alergik dapat disertai dengan pilek atau bersin.
Orang yang mengalami asma, lebih menyukai posisi duduk membungkuk dengan kedua telapak tangan memegang kedua lutut.
Terapi atau pengobatan asma dilakukan dengan obat-obatan dan tanpa obat-obatan. Pengidap asma membutuhkan pengobatan baik itu dalam jangka pendek atau jangka panjang.
Untuk pengobatan jangka panjang penggunaan inhaler atau nebulizer (obat asma hirup) digunakan, karena obat langsung dihantarkan ke saluran pernapasan dan minim resiko efek samping untuk penggunaan jangka panjang. Misalnya : Rhinocort, Omnaris, Asmanex, dll.
Pengobatan jangka pendek digunakan untuk meredakan serangan asma yang sifatnya akut. Umumnya digunakan obat-obatan oral, seperti prednison, albuterol, dexamethason, dll.
Sementara itu, untuk terapi tanpa obat, cukup dengan mengendalikan dan menghindari faktor pencetus asma. Memperhatikan dan mencatat apa saja yang menjadi pemicu munculnya asma sangatlah berguna, karena setiap orang mempunyai pemicu asma yang berbeda-beda, entah itu karena debu, tungau, asap rokok, makanan, dll.
# Mengenal Apa Itu Penyakit Asma Bronkial


