Mengenal Lebih Dalam Penyakit Kejang Demam Pada Anak

Mengenal Lebih Dalam Penyakit Kejang Demam Pada Anak

Mengenal Lebih Dalam Penyakit Kejang Demam Pada Anak
Ilustrasi @medicalnewstoday

REINHA.com – Ketakutan tersendiri bagi para orang tua yang melihat anaknya tiba-tiba mengalami kejang saat menderita demam tinggi. Terjadi pada 2-4% anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun. Namun, bila terjadi pada bayi berumur kurang dari 1 bulan maka hal ini tidak termasuk dalam penyakit kejang demam.

(Baca juga: Tips Menjelang Liburan, 6 Macam Obat-Obatan Yang Wajib Dibawa Saat Travelling)

Arti dari kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses di luar sistem susunan saraf pusat atau otak. Jadi, dikatakan penyakit kejang demam, bila anak demam kemudian diikuti oleh kejang.

Penyakit kejang demam sendiri, memiliki dua klasifikasi :

  1. Kejang demam sederhana : berlangsung singkat, kurang dari 15 menit, bersifat kaku seluruh tubuh dan anak tidak sadar (umum), tubuh kaku (tonik), maupun tubuh yang bergerak-gerak sendiri (klonik), tanpa gerakan pada salah satu bagian tubuh (fokal), dan tidak berulang dalam 24 jam.
  2. Kejang demam kompleks : kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit, kejang fokal, partial atau umum yang didahului dengan partial dan berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam.
    Pemeriksaan penunjang akan dilakukan sesuai dengan indikasi untuk mencari penyebab kejang demam. Mulai dari pemeriksaan darah, elektrolit, kadar gula darah, kalsium serum, urinalisis, hingga pemeriksaan feses.

Adapun pemeriksaan fungsi lumbal untuk menyingkirkan penyebab lain terjadinya kejang demam. Dilakukan juga CT scan dan MRI, serta elektroensefalografi (mengukur aktifitas listrik dalam otak).
Terapi atau pengobatan yang dilakukan yaitu:

  1. Pemberian obat penurun panas
    Untuk mencegah demam yang meningkat hingga akhirnya terjadi kejang maka perlu diberikan paracetamol 10-15 mg/kg/BB/hari dapat diberikan 4 kali dan tidak lebih dari 5 kali pemberian. Atau bisa juga dengan ibuprofen 5-10 mg/kg/BB/kali, 3-4 kali sehari.
  2. Anti kejang
    Pemberian diazepam oral ataupun diazepam rektal tiap 8 jam pada suhu 38,5°C. Efek samping diazepam oral adalah mengantuk dan mengalami masalah saat berjalan, berbicara, pada penglihatan dan menelan.

Yang bisa dilakukan di rumah bila anak mengalami kejadian kejang demam, yaitu :

  1. Kendorkan pakaian yang ketat.
  2. Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring.
  3. Bersihkan muntahan, ataupun lendir yang ada di mulut atau hidung.
  4. Ukur dan catat suhu anak, lama kejang dan bentuk kejang.
  5. Tetap dampingi anak saat mengalami kejang.
  6. Berikan diazepam rektal, dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti.

Komplikasi yang bisa terjadi :

  1. Terjadi kelainan neurologis.
  2. Kejang demam bisa berulang, bila terdapat beberapa faktor resiko seperti adanya riwayat kejang demam dalam keluarga, usia kurang dari 12 bulan, saat kejang suhu tubuh rendah, cepatnya kejang setelah demam.
  3. Epilepsi dikemudian hari, jika memiliki faktor resiko : adanya kelainan neurologis atau perkembangan yang jelas sebelum kejang demam pertama, menderita kejang demam kompleks, dan riwayat epilepsi dalam keluarga.

# Mengenal Lebih Dalam Penyakit Kejang Demam Pada Anak

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.