Ingin Anak Lelaki, Ibu Ini Lahirkan 15 Anak Perempuan
REINHA.com – Kanu Sangod, 40 tahun, dari Gujarat, India, tidak menyerah untuk bisa mendapatkan seorang anak lelaki. Sejak menikah 20 tahun yang lalu, ia telah melahirkan 14 orang anak perempuan sebelum akhirnya melahirkan seorang anak lelaki. Kini setelah melahirkan anak perempuan yang ke 15, suami Kanu memutuskan untuk tidak mempunyai anak lagi.
Dalam tradisi di India, anak perempuan dianggap hanya akan menyusahkan orang tuanya. Mereka harus dihidupi dan disekolahkan untuk pada akhirnya pergi meninggalkan orang tua saat mereka menikah dan dibawa oleh suami mereka. Karena itu kehadiran anak lelaki menjadi harapan terbesar setiap pasangan suami istri di India. (Lihat videonya disini)
20 tahun yang lalu, Kanu dinikahkan oleh seorang pria bernama Ramsinh dengan cara dijodohkan. Dua tahun kemudian Kanu melahirkan seorang anak perempuan. Awalnya Ramsinh bahagia meskipun istrinya melahirkan anak perempuan, tapi seperti suami di India pada umumnya, Ramsinh mendambakan anak lelaki.
“Awalnya suami saya cukup senang dengan kelahiran putri kami, tapi setelah keempat, ia merasa sudah cukup dan selalu marah. Dia menyalahkan saya karena hanya melahirkan anak perempuan, dan ia mengancam akan menikah lagi jika saya tidak bisa memberinya seorang putra”
“Saya tidak ingin mengecewakannya, saya ingin membuatnya bahagia. Saya ingin juga ingin anak lelaki, jadi saya terus hamil sampai mendapatkan anak lelaki” ucap Kanu, seperti dilansir Dailymail, 19 November 2015.
Dua tahun yang lalu, harapan Kanu dan Ramsinh terkabul. Setelah setiap tahun Kanu melahirkan anak perempuan, akhinya Kanu melahirkan seorang anak lelaki. Tapi Kanu dan Ramsinh merasa satu orang anak lelaki di antara 14 anak perempuan belumlah cukup, mereka ingin seorang anak lelaki lagi. Menginginkan anak lelaki kedua, Kanu kemudian hamil lagi, tapi sayangnya ia kembali melahirkan anak perempuan.
Kini pasangan ini memutuskan untuk tidak lagi mengharapkan anak lelaki. Mereka belajar bersyukur atas apa yang sudah mereka dapatkan. Mereka telah memiliki 15 anak perempuan dan satu orang anak lelaki. Hanya lima anak termuda yang pergi ke sekolah sementara sisanya harus bekerja di ladang dan membantu mengurus rumah. Ramsinh mengatakan bahwa setelah ini ia akan membawa Kanu ke rumah sakit untuk sterilisasi.(rsn-reinha)



