Merasa Di Tipu, Keluarga Jeri Ojan Adukan Kades Riangkemie Ke Polres Flores Timur

Merasa Di Tipu, Keluarga Jeri Ojan Adukan Kades Riangkemie Ke Polres Flores Timur

Merasa Di Tipu, Keluarga Jeri Ojan Adukan Kades Riangkemie Ke Polres Flores Timur

Orang Tua Jeri Ojan @REINHA.com

REINHA.com – Kasus dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap FL (Korban) warga Desa Riangkemie, Kecamatan Ile Mandiri yang diadukan ke Polres Flores timur oleh Ibu Korban dan menyebabkan ditahannya Jeri Ojan calon anggota TNI yang dianulir kelulusannya, kembali bergulir.

Tudingan dugaan pemerasan dan penipuan terhadap keluarga pelaku, diungkap oleh ibu kandung Jeri Ojan (tersangka) yang ditemui media ( Rabu, 6/5/2026).

Ibu kandung Jeri Ojan, Agnes Ose Koten yang terus memperjuangkan nasib putranya, menuturkan perihal janji pengurusan mediasi dan penarikan berkas laporan dari yang disampaikan oknum kepala Desa Riangkemie saat menjemput uang Rp.10 juta di kediamannya Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka.

“Kades Riangkemie (Tomas Lewar,Red) awalnya datang dirumah saya dengan berbicara meminta pinjam uang untuk keperluan mendesaknya, tetapi ujungnya malah meminta uang pengurusan mediasi keluarga korban FL di Riangkemie. Disaksikan suami dan ayah saya. Uang Rp. 5 juta saya serahkan ke oknum kades ini” tutur Agnes Ose Koten.

Selang beberapa waktu lanjut Agnes Ose Koten, oknum Kades ini datang lagi kerumah saya dan menyampaikan ke saya dihadapan keluarga bahwa ada oknum lain berinisial DM juga meminta uang Rp. 5 juta untuk memfasilitas urusan ini termasuk untuk biaya penarikan berkas laporan.

“Uang 5 juta yang kedua saya serahkan ke oknum Kades ini ” tegas Agnes Ose Koten.

Terhadap tindakan ini kata Agnes Ose Koten, pihaknya telah menyiapkan berkas laporan tertulis ke Polres Florea Timur beserta barang bukti.

“Laporan telah kita siapkan, besok (Kamis, 7/5/2026) akan kami serahkan ke Polres Flores timur.

Soal proses ini, lanjut Agnes Ose Koten, keluarga Ojan Lamawalang berharap Polres Flores Timur dapat menyikapi dan menindak lanjuti laporan ini sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Terpisah Suku Lewar Raiangkemie yang di temui media ini di Desa Riangkemie, Kecamatan Ile Mandiri (Rabu, 6/5/2026) menyatakan mendukung langkah keluarga Jeri Ojan dalam upaya hukum ini.

“Kita mengutuk tindakan oknum – oknum yang mencederai eksitensi suku Lewar dengan tindakan tidak terpuji dan melanggar ketentuan hukum ” tegas juru bicara suku Lewar dihadapan ayah kandung FL (korban).

Pada dasarnya, jelas juru bicara suku Lewar Riangkemie, kami keluarga besar mengharapkan anak Jeri Ojan bisa mengadikan diri sebagai Abdi Negara dan menjadi anggota TNI dan persoalan ini dapat diurus secara adat Lamaholot antara suku Lewar di Desa Riangkemie dan Ojan di Desa Lamawalang, bukan di politisir, bukan dimanfaatkan sedemikian rupa hingga melebar dan menyeret nama suku ke pemberitaan publik dan media sosial.

Awalnya beber juru bicara suku Lewar, persoalan ini sudah langsung direspon suku. Alasannya, FL (korban) sebagai anak suku Lewar dan secara adat Lamaholot menjadi tanggung jawab suku dalam pengurusannya. Anehnya lanjut juru bicara suku Lewar, justru yang disesalkan adalah peran oknum yang mengatas namakan suku dan mengambil urusan ini termasuk meminta uang ke pihak pelaku dan berujung soal ini tidak terselesaikan.

“Ini tidak dibenarkan menjadi calo dalam pengurusan masalah yang bukannya berdampak baik namun malah menjerumuskan dan membuat hubungan kedua suku ini merengang” tegas juru bicara suku Lewar.

Pada dasarnya, suku Lewar Riangkemie sudah dengan respon mengambil urusan ini dengan suku Ojan dengan tuntutan adat sesuai budaya Lamaholot, dan sudah disampaikan ke suku Ojan. Karena sebagai suku, harapan tertingginya, persoalan ini segera rampung, berkas laporan ini bisa segera ditarik dan kehiduapn dan masa depan kedua anak ini bisa berjalan baik kedepannya dalam restu adat dan suku. Pertimbangan sederhananya ada pada aspek kemanusiaan dan aspek budaya adat Lamaholot-nya .

“Hege tobo Lewo, Hege nalang Take (Siapapun yang tinggal dikampung yang tidak memiliki salah” ujar juru bicara suku Lewar dengan bahasa Lamaholot.

Laporan pihak keluarga Ojan kita dukung, untuk mendudukan untuk mengungkapkan dalang dari soal ini secara benar tampa ada unsur yang politisir dan justru menyengsarakan kehidupan kedua anak ini kedepannya, tutup Juru bicara suku Lewar.

Dari informasi yang media kumpulkan, keluarga besar suku Lewar Riangkemie dan suku Ojan Lamawalang akan menyikapi persoalan yang dialamai kedua anak mereka dengan serangkaian pertemuan secara adat Lamaholot sekaligus membuat penegasan sikap atas soal ini. (MB)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.