Menderita Tumor Cacing Pita, Pria Ini Meninggal
REINHA.com – Seorang pria asal Kolombia, menderita tumor yang sangat tidak biasa dan membingungkan tim dokter yang menanganinya. Pasalnya ketika mereka meneliti tumor yang berkembang di beberapa organ tubuhnya, ternyata itu bukanlah tumor biasa melainkan tumor yang terbuat dari jaringan cacing pita.
Seperti dilansir BBC, 5 November 2015, tim dokter dari US Centers for Disease Control berkolaborasi dengan Museum Sejarah Alam Inggris untuk mengkaji kembali kasus tumor yang sangat langka ini. Mereka mencoba mempelajari lebih jauh tentang tumor cacing pita dan apa penyebabnya.
Kasus ini dialami oleh pria asal Kolombia berusia 41 tahun pada tahun 2013 lalu. Kondisi penyakit pria ini sempat didiagnosa oleh dokter di Kolombia, dokter tersebut yang pertama mengetahui tentang tumor cacing pita yang dideritanya. Namun tiga hari setelah diagnosis tersebut, pria itu meninggal.
Awalnya pasien seperti memiliki tumor yang seperti tumor biasanya, beberapa berukuran lebih dari 4 cm dan berada di sejumlah bagian tubuh, seperti paru-paru, hati dan organ lainnya. Namun saat pemeriksaan tumor lebih dekat, dokter menemukan sel-sel kanker yang bukan berasal dari sel manusia. Ukurannya sepersepuluh dari ukuran sel manusia.
“Ini benar-benar tidak masuk akal” ucap Dr Atis Muehlenbachs, salah satu dokter yang mengkaji ulang kasus ini.
Awalnya dokter berteori bahwa mungkin itu sel kanker manusia yang menyusut atau jenis infeksi baru. Namun setelah dilakukan pengujian molekuler, ditemukan bahwa itu adalah jaringan cacing. Menurut Dr Peter Olson dari Museum Sejarah Alam Inggris, jaringan cacing tersebut berasal dari cacing pita kerdil, Hymenolepis nana.
Cacing ini seperti halnya cacing parasit lainnya, masuk melalui ke tubuh manusia melalui makanan atau kontak dengan benda yang terjangkit telur cacing. Namun ketika telur cacing ini berhasil menembus lapisan usus, mereka akan bermutasi dan akhirnya menjadi sel kanker.
“Mereka membelah diri dan berkembang biak di luar kendali, sama seperti definisi dari sel kanker manusia. Karena itu mereka disebut dengan tumor cacing” kata Dr Peter.
Hingga 75 juta orang di dunia bisa terinfeksi Hymenolepis nana pada satu waktu. Tim dokter percaya bahwa sel kanker cacing ini jarang terjadi, tapi banyak kasus yang terjadi tanpa terdiagnosis. Tim dokter menyarankan untuk rajin mencuci tangan dan pastikan sayuran dimasak dengan baik, untuk mencegah infeksi. (rsn-reinha)



