Ilmuwan Gunakan Merpati Untuk Deteksi Kanker
REINHA.com – Para ilmuwan di Amerika Serikat terkejut saat menemukan bahwa burung merpati dapat mendeteksi dan mengidentifikasi sel-sel kanker ganas di dalam sampel biopsi dan mammogram scan. Bahkan tingkat akurasi pendeteksian yang dilakukan burung merpati, menyaingi kemampuan seorang dokter spesialis.
Penelitian terhadap kemampuan burung merpati mendeteksi kanker dipimpin oleh Profesor Richard Levenson dari University of California di Davis, AS. Para peneliti mengajarkan burung untuk dapat mengenali perbedaan antara jaringan jinak atau ganas dalam scan mammogram dan slide biopsi.
Sementara seorang dokter spesialis perlu belajar bertahun-tahun untuk mendeteksi kanker. Para peneliti terkejut karena menemukan bahwa burung merpati dapat membaca kasus dengan benar setelah menjalani pelatihan hanya selama dua minggu.
“Dengan pelatihan dan penguatan makanan, merpati dapat melakukan apa yang dilakukan manusia. Mereka sangat mahir dalam membedakan antara sel kanker payudara jinak dan ganas. Tingkat akurasi 85% di hari ke 13 sampai ke 15” ucap Prof Levenson, seperti dilansir Mirror, 18 November 2015.
Delapan burung merpati mengambil bagian dalam percobaan, mematuk tombol biru atau kuning untuk gambar jinak atau ganas, dan mendapatkan hadiah makanan untuk jawaban yang benar. Mereka bertindak sebaik ahli radiologi dalam mendeteksi bintik kalsifikasi mikroskopis pada mammogram, yang dapat menjadi tanda awal kanker.
Burung merpati memiliki otak tidak lebih besar dari ujung jari telunjuk tetapi memiliki jalur saraf yang sama dengan yang ada pada manusia. Sebelumnya mereka juga dikenal dapat membedakan antara huruf-huruf alfabet dan lukisan karya seniman yang berbeda. (rsn-reinha)



