
Tinta Tato Dapat Picu Kanker, Warna Merah Paling Berbahaya
REINHA.com – Tato tidak hanya menjadi tren bagi para selebriti, tapi juga ke berbagai kalangan di seluruh dunia. Bahkan banyak orang yang menganggap tato sebagai bagian dari seni dan kreatifitas. Namun European Chemicals Agency (ECHA) memperingatkan bahwa tinta tato mengandung racun yang berpotensi memicu kanker.
ECHA telah melakukan penelitian terkait bahaya tinta tato terhadap kulit. Menurut penelitian panjang tersebut, ditemukan bahwa tinta tato mengandung racun yang dapat menyebabkan reaksi alergi dan gatal-gatal yang bisa berlangsung hingga bertahun-tahun. Tak hanya itu, tinta tato juga dapat meningkatkan risiko kanker kulit.
Seperti dilansir Mirror, 24 Juli 2016, tak hanya sekedar peringatan kepada masyarakat, ECHA juga akan segera mempublikasikan daftar bahan kimia yang banyak digunakan dalam pembuatan tinta tato. Bahan-bahan kimia tersebut kemungkinan akan dilarang peredarannya di Uni Eropa pasca Brexit.
Banyak laporan menunjukkan kekhawatiran bagi kesehatan masyarakat yang berasal dari komposisi tinta yang digunakan untuk tato. Kekhawatiran yang paling parah adalah alergi yang disebabkan oleh zat dalam tinta dan mungkin karsinogenik, mutagenik atau reproduksi efek toksik.
Peringatan itu datang sebagai antusiasme Inggris terhadap tren tato. Lonjakan popularitas tato sebagian terkait dengan popularitas mereka di kalangan selebriti seperti David Beckham yang saat ini memiliki 40 tato di tubuhnya dan mendiang Amy Winehouse yang memiliki 14 tato di tubuhnya.
ECHA juga mengungkapkan warna tinta tato yang digambarkan sebagai yang paling berbahaya, yaitu warna merah. Selain warna mereka, beberapa warna lainnya yang juga dianggap berbahaya yaitu biru, hijau dan hitam. (rsn-reinha)


