
Buat Sejarah, Perunggu Alizadeh Bernilai Emas Bagi Iran
REINHA.com – Iran pada hari Jumat kembali bersorak gembira dimana Kimia Alizadeh menjadi wanita Iran pertama yang pernah meraih medali di Olimpiade. Presiden Hassan Rouhani memberi pujian atas perunggu taekwondo yang diperolehnya.
“Putriku Kimia, Anda telah memicu kebahagiaan semua orang Iran, dan khususnya perempuan. Saya berharap anda mendapat kebahagian yang berlimpah,” tweet presiden
Pesan disertai dengan gambar yang menunjukkan Alizadeh, 18 tahu ditutupi dengan bendera Iran merayakan kemenangan Kamis di Rio, di mana dia meraih perunggu dengan mengalahkan Nikita Glasnostic dari Swedia 5-1 di cabang olahraga taekwondo.
Bahkan pihak konservatif iran juga menyuarakan kepuasan mereka atas kemenangan remaja tersebut.
Kantor berita Fars, yang dekat dengan kamp konservatif di Iran, memuji “Kimia yang telah membuat sejarah” dan mengatakan dalam sebuah laporan bahwa medali perunggu dia “bernilai emas”.
“Suatu kehormatan … untuk menjadi yang pertama,” tulis Fars, menggambarkan Kimia sebagai “Lionness Iran” dan menambahkan bahwa “seseorang harus menjadi seorang wanita untuk benar-benar merasakan kebanggan saat ini”.
Sesuai dengan adat Muslim yang ketat Iran, remaja berkompetisi memakai jilbab saat bertanding dengan seragam taekwondo.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hossein Jaberi Ansari mengucapkan selamat kepada Alizadeh dan kepada Hedaya Malak dari Mesir, yang mendapat perunggu perempuan di kompetisi lain taekwondo, pernyataan itu di tulis dalam laman Instagram-nya.
Dia mengatakan kehadiran di podium untuk kedua wanita berjilbab itu adalah “simbol persatuan dan upaya perempuan Muslim, yang bersinar namun menghormati nilai-nilai mereka”.
Kemenangan Alizadeh itu juga dirayakan di jaringan sosial, termasuk aktris populer Taraneh Alidoosti yang memicu perdebatan di Iran tahun ini setelah di berpose “kekuatan wanita” dengan simbol tato di lengannya.
“Masa depan akan memberitahu apa yang telah dicapai…” tweet Alidoosti.
Wanita Iran dilarang memasuki stadion untuk acara olahraga besar, termasuk sepak bola dimana satu proses pemisahan oleh revolusi Islam Iran tahun 1979.
Pada tahun 1992, Lida Fariman adalah wanita Iran pertama yang berkompetisi di Olimpiade di Barcelona.
Tahun ini Iran mengirim tim mereka di Olimpiade terdiri sembilan perempuan dari total 41 atlet.
Alizadeh mengatakan kepada televisi Iran dia sangat bersemangat dengan kemenangannya di Rio dan berharap wanita Iran akan mampu meraih emas di Olimpiade berikutnya.
Ayah Alizadeh juga bergembira.
“Saya berharap bahwa rakyat Iran menghargai apa yang telah dicapai Kimia,” kata Keyvan Alizadeh kantor berita Mehr. “Dia memberi dirinya 100 persen”.(jmw-reinha)


