
Kebocoran Gas Beracun Di Virginia, Petugas Lakukan Evakuasi Massal
REINHA.com – Sebuah mobil tangki gas berisi klorin mengalami kebocoran parah di pabrik kimia Axiall, Proctor, Virginia Barat. Dua pekerja dirawat di rumah sakit setelah menghirup gas beracun tersebut. Petugas terpaksa melakukan evakuasi besar-besaran pada penduduk kota.
Mobil tangki gas dengan jumlah yang belum ditentukan mengalami kebocoran pada Sabtu pagi, sekitar pukul 08:40 waktu setempat. Pabrik itu dievakuasi dan ditutup sementara petugas berusaha mendeteksi dan menutup kebocoran. Kebocoran baru berhasil dihentikan pada pukul 13:30 waktu setempat.
Walaupun kebocoran berhasil dihentikan, awan klorin telah menyebar terbawa angin menuju wilayah selatan dan barat. Awan klorin diperkirakan dapat meluas hingga 41 km. Pemerintah setempat terpaksa menurunkan perintah evakuasi massal pada tujuh kota di sekitar pabrik tersebut, termasuk diantaranya Proctor, Kent, New Martinsville dan kota Hannibal di Ohio.
Seperti dilansir RT News, 28 Agustus 2016, dua jalan raya di seberang sungai ditutup dan lalu lintas di Sungai Ohio dibatasi. Polisi di New Martinsville meminta warga untuk meninggalkan kota jika mereka mencium bau gas pada siang hari.
“Jika Anda mencium bau klorin, maka demi kebaikan Anda segera mengungsi daripada menunggu layanan darurat untuk datang kepada Anda. Kami bekerja secepat yang kami bisa untuk memberitahu semua orang” ucap juru bicara pemerintah setempat.
Penduduk baru diizinkan untuk kembali ke rumah setelah tes yang dilakukan oleh Kantor Marshall County Manajemen Darurat tidak melacak tanda-tanda gas di daerah tersebut delapan jam setelah insiden.
“Axiall dan Departemen Perlindungan Lingkungan Virginia Barat akan menguji kualitas udara di daerah sekitar pabrik hingga dinyatakan aman” pengumuman dari kantor berita lokal pada pukul 16:30 waktu setempat.
Meskipun tidak ada data pasti yang telah dirilis mengenai jumlah gas yang bocor, Kelley Gillenwater dari Departemen Perlindungan Lingkungan, mengungkapkan bahwa diperkirakan gas yang bocor sebanyak 30.000 tabung.
Penyebab insiden itu dtelah diketahui karena mobil tangki itu tidak dalam proses transloading, di mana kebocoran di rel tanker biasanya terjadi. (rsn-reinha)


