
Penganut Gereja Setan Di Amerika Serikat Meningkat
REINHA.com – Penganut gereja setan selama ini dikenal dengan eksentrik mistis seperti mengenakan pakaian gothic serba hitam, mengorbankan hewan, dan beroperasi di masyarakat secara diam-diam dan rahasia. Namun kini penganut gereja setan atau yang disebut satanic mulai berbaur di masyarakat publik di Amerika Serikat secara terang-terangan.
Seperti dilansir RT News, 29 Agustus 2016, penganut satanic sekarang ini adalah orang-orang biasa yang menyebut diri mereka ‘sekuler’ sebagai individu dengan kebebasan berpikir. Bulan ini, anggota dari apa yang mereka sebut sebagai The Satanic Temple (TST) diijinkan untuk membawakan doa pembuka untuk Lucifer pada pertemuan dewan lokal di Alaska.
Anggota Majelis Alaska berdiri di dalam lingkaran sedangkan pengikut satanic meminta mereka untuk “merangkul dorongan Luciferian untuk makan dari pohon pengetahuan”. Mereka kemudian mengakhiri doa surealis dengan kata-kata “Salam Setan”.
TST adalah sebuah organisasi satanic yang cukup baru. Didirikan pada tahun 2013 dan berjuang untuk melakukan perubahan politik dengan menunjukkan perlakuan seolah-olah preferensial Kristen menikmati politik. TST memiliki tujuh cabang di Amerika Serikat dan Eropa, dan mengklaim telah memiliki 100.000 anggota.
Salah satu tujuan organisasi tersebut adalah untuk memperkenalkan Lucifer dalam sistem sekolah umum dengan mendirikan klub sore pemujaan yang dinamakan “After School Satan”. Program ini merupakan keputusan Mahkamah Agung yang memungkinkan program evangelis untuk beroperasi di sekolah-sekolah.
Saat ini telah ada 9 sekolah dengan klub After School Satan, di Los Angeles, Salt Lake City dan Washington DC. Klub-klub akan fokus pada “rasionalisme, pemeriksaan yang bebas dan menyenangkan”, menurut sebuah video promosi.
TST itu sendiri menekankan bahwa ia berusaha untuk menerapkan After School Satan di lokasi di mana klub anak-anak Kristen aktif beroperasi. TST mencoba untuk memberi tantangan untuk Good News Club, program Kristen interdenominasi untuk anak usia 5 sampai 12 tahun, yang beroperasi di lebih dari 3.500 sekolah umum di seluruh negeri.
Seorang juru bicara TST, Lucien Greaves, mengatakan bahwa TST akan memberikan anak-anak alternatif selain Good News Club yang ia mengklaim menanamkan anak dengan ” takut neraka dan murka Allah”. Sebaliknya TST akan menghentikan anak-anak untuk takut pada neraka dan murka Allah, bertentangan dengan ajaran Kristen. (rsn-reinha)


