
Perancis Larang Penggunaan Peralatan Dapur Dari Plastik
REINHA.com – Pemerintah Perancis telah merancang sebuah undang-undang tentang larangan penggunaan peralatan dapur yang terbuat dari plastik. Undang-undang yang akan berjalan pada tahun 2020 tersebut, merupakan bagian dari inisiatif yang disebut Energy Transition for Green Growth, kontribusi Perancing untuk memerangi perubahan iklim.
Pemerintah Perancis menyadari bahaya polusi plastik, sehingga mereka melakukan kebutuhan tegas untuk melarang semua peralatan dapur plastik, bukannya memilih untuk lebih ekologis anak, bahan biologis bersumber.
Seperti dilansir RT News, 19 September 2016, namun sayangnya tidak semua pihak di Uni Eropa yang melihat ini sebagai strategi masa depan yang menguntungkan. Produsen barang-barang plastik yang dimengerti marah atas hukum. Pack2Go, sebuah organisasi yang berbasis di Brussels mewakili produsen kemasan Eropa, berbicara kepada Independent.
“Kami mendesak Komisi Eropa untuk melakukan hal yang benar dan mengambil tindakan hukum terhadap Perancis untuk melanggar hukum Eropa,” kata Pack2Go Sekretaris Jenderal Eamonn Bates. Menurut dia, tidak ada bukti bahwa sesuatu biologis-bersumber lebih aman untuk lingkungan Hidup.
Namun ternyata Perancis bukanlah satu-satunya negara yang pernah mencoba untuk go green dengan mengurangi penggunaan sampah plastik. Pada tahun 2017, San Francisco, California akan melarang penggunaan tas belanja plastik, dan kemudian melakukan hal yang sama untuk botol plastik pada tahun 2014, sementara Inggris memiliki muatan 5p pada kebanyakan kantong plastik. (rsn-reinha)


