
Koalisi Pimpinan AS Mengaku Tewaskan 188 Warga Sipil Di Suriah Dan Irak
REINHA.com – Koalisi Pimpinan Amerika Serikat (AS) telah mengakui bahwa mereka tidak sengaja membunuh setidaknya 188 warga sipil di Suriah dan Irak sejak tahun 2014. Warga sipil tak berdosa itu tewas dalam serangkaian serangan udara terhadap Negara Islam atau ISIS.
“Untuk saat ini, berdasarkan informasi yang tersedia, Combined Joint Task Force-Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR) telah menilai setidaknya ada 188 warga sipil yang tanpa sengaja terbunuh oleh serangan koalisi sejak awal operasi” ucap perwakilan dari CJTF-OIR, mengatakan pada hari Senin, 2 Januari 2017.
“CJTF-OIR menyesalkan ketidaksengajaan menghilangkan nyawa warga sipil yang disebabkan upaya koalisi untuk mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah. Kami mengungkapkan simpati terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang yang terpengaruh tewasnya warga yang tidak bersalah”
“Meskipun Koalisi membutuhkan upaya luar biasa untuk menyerang sasaran militer dengan cara yang meminimalkan risiko korban sipil, dalam beberapa insiden korban yang tidak dapat dihindari,” lanjut pernyataan tersebut.
Menurut militer AS, pada akhir Desember 2016, koalisi yang didukung oleh AS telah melakukan lebih dari 17.000 serangan terhadap ISIS. Lebih dari 10.000 berlangsung di Irak dan lebih dari 6.000 di Suriah.
Koalisi pimpinan AS secara teratur melakukan serangan untuk mendukung operasi anti-teror darat di Irak dan Suriah, beberapa di antaranya menyebabkan korban sipil.
Kelompok hak asasi manusia mengklaim bahwa AS sengaja mengecilkan jumlah korban warga sipil, sedangkan menurut data Amnesty International ada setidaknya 300 orang tewas hanya dalam 11 serangan udara yang diselidiki. (rt/rsn-reinha)


