
Pria Muslim Ini Selamatkan 64 Orang Kristen Di Filipina
REINHA.com – Pertarungan sengit antara pasukan pemerintah dengan militan ISIS telah menyebar ke jalan-jalan di kota selatan Marawi, Filipina. Di tengah serangan yang terus berlanjut, penduduk setempat dari berbagai agama saling membantu untuk bertahan dan menyelamatkan diri. Salah satunya, seorang pria muslim yang menyelamatkan 64 orang Kristen dari militan ISIS.
Kisah mengharukan datang dari seorang pria muslim yang berhasil keluar dari Marawi pada hari Sabtu kemarin. Ia adalah seorang penulis Islam dan mantan politisi, Noor Lucman. Noor cukup dikalangan muslim karena ia sempat belajar di Arab Saudi bersama Osama bin Laden. Kepada Charlotte Dubenskij dari RT News, Noor bercerita bagaimana ia menyelamatkan puluhan orang Kristen.
“Ada beberapa pekerja Kristen yang melakukan pekerjaan perbaikan di daerah tersebut sehari sebelum pertempuran berlangsung. Orang-orang ini tidak bisa meninggalkan kota, jadi saya harus bertanggung jawab melindungi mereka”
“Hari-hari berikutnya, pekerja Kristen lainnya berlindung di rumah saya, ada sekitar 64 orang yang berlindung pada saya dan saya sangat tidak yakin dengan apa yang akan terjadi pada mereka jika teroris melihat mereka”
“Ketika militan ISIS datang, mereka mengenal saya dan mereka menunjukkan rasa hormat. Mereka langsung pergi saat saya menyuruh mereka pergi. Mereka tidak tahu bahwa saya menyembunyikan orang-orang Kristen. Jika mereka tahu ada orang Kristen di rumah saya, mereka semua akan dipenggal dan dihukum mati”
Ketika mendengar bahwa militer Filipina berencana untuk mengebom seluruh kota jika ISIS tidak menyetujui tuntutan pemerintah, dan juga mengingat bahwa dia kehabisan bahan makanan, Noor memutuskan untuk melarikan diri bersama orang-orang yang ia lindungi.
“Saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa jika saya tidak membawa orang-orang ini keluar dari rumah, mereka akan mati kelaparan, jadi kami mencoba melarikan diri, tidak peduli apa pun. Ada banyak penembak jitu di sepanjang jalan, dan kami hanya bisa berharap mereka tidak akan bertanya apakah orang-orang itu Kristen atau Muslim” ucap Noor.
Noor juga menjelaskan bahwa militan-militan itu akan meminta orang-orang untuk membacakan ayat-ayat Alquran. Jika orang tersebut tidak mengetahuinya, maka mereka akan langsung membunuhnya.
Beruntung Noor dan puluhan orang Kristen yang melarikan diri bersamanya berhasil keluar dari Marawi dengan selamat.
Selain Noor, ada 160 warga yang 50 diantaranya merupakan anak-anak yang berhasil keluar dari Marawi pada hari Sabtu kemarin. Sedikitnya 20 warga sipil dan 38 militer dilaporkan tewas di hari tersebut, dan ada 120 teroris telah terbunuh dalam pertempuran. (rt/rsn-reinha)


