
CEO Uber Travis Kalanick Mengundurkan Diri
REINHA.com – CEO sekaligus Pendiri perusahaan Uber, Travis Kalanick, telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya. Travis mengatakan bahwa pengunduran dirinya merupakan keinginan dari para pemegang saham Uber.
Menurut The New York Times, lima orang investor utama dari perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat, ini menuntut Travis untuk segera mengundurkan diri. Hal ini berkaitan dengan kondisi perusahaan yang telah berbulan-bulan mengalami banyak masalah.
“Saya mencintai Uber lebih dari apapun di dunia ini, dan pada saat yang sulit dalam kehidupan pribadi saya, saya menerima permintaan para investor untuk mundur sehingga Uber bisa bangkit kembali daripada harus terganggu dengan masalah lainnya” ucap Travis dalam sebuah pernyataan.
Pekan lalu Travis mengatakan bahwa ia akan mengambil cuti dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, setelah kematian ibunya akibat kecelakaan perahu. Namun pekan ini, Travis mengungkapkan kabar mengejutkan tentang pengunduran dirinya sebagai CEO. Walaupun begitu Travis tetap bergabung dengan Uber sebagai dewan direksi.
Dewan direksi Uber mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Travis selalu menempatkan kepentingan Uber di atas kepentingan lain. Ini adalah keputusan yang berani dan merupakan tanda pengabdian dan kecintaannya pada Uber”.
“Dengan melangkah pergi, dia meluangkan waktu untuk menyembuhkan diri dari tragedi pribadinya sambil memberi ruang bagi perusahaan untuk sepenuhnya merangkul bab baru dalam sejarah Uber. Kami berharap dapat terus melayani dengan dia di dewan direksi” ucap pernyataan dari dewan direksi Uber.
Travis Kalanick mendirikan Uber pada tahun 2009, mengubahnya menjadi layanan transportasi global yang dominan. Sepanjang tahun lalu, perusahaan tersebut diguncang oleh skandal dan publisitas negative seperti masalah pelecehan dan diskriminasi seksual yang dilakukan supir Uber, serta kritik terhadap cara Travis menjalankan perusahaan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Uber telah memecat lebih dari 20 karyawan setelah melakukan investigasi terhadap budaya perusahaan. Perusahaan tersebut telah meninjau lebih dari 200 keluhan pengguna termasuk pelecehan dan intimidasi.
Terlepas dari semua masalah, bisnis Uber tumbuh dengan pendapatan mencapai $ 3,4 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Perusahaan saat ini dihargai senilai $ 69 miliar. (rt/rsn-reinha)


