
Korea Utara Rayakan Peluncuran Rudal Antar Benua Pertama
REINHA.com – Ribuan tentara dan warga sipil berkumpul di Kim Il Sung Square, Pyongyang, Korea Utara, pada hari Kamis, 6 Juni 2017, menari dan bernyanyi dengan antusias untuk menandai peluncuran pertama dari Intercontinental Ballistic Missile (ICBM).
“Kami dengan antusias merayaan peluncuran uji coba roket balistik antar benua terbesar dalam sejarah republic kami” tulisan dalam spanduk di alun-alun Kim Il Sung Square, AFP melaporkan.
Beberapa pejabat tinggi termasuk Kim Yong Nam, Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, dan Wakil Marsekal Hwang Pyong, beserta Tentara Rakyat Korea ikut dalam perayaan tersebut.
“Jika imperialis AS melakukan provokasi militer sedikit saja, tentara Korea Utara akan menunjukkan kepada dunia bagaimana wilayah AS akan dihancurkan menjadi abu” AFP melaporkan apa yang dikatakan para pejabat negara tersebut kepada hadirin yang berkumpul.
Orang-orang di alun-alun kemudian menari dengan lagu-lagu patriotik, yang pertama adalah “Kemuliaan untuk Jenderal Kim Jong-un”. Mereka juga memeriahkan acara dengan memasang kembang api.
Pada hari Selasa, 4 Juli 2017, Korea Utara meluncurkan uji coba rudal Hwasong-14 yang dikatakan dapat terbang sejauh 933 km dalam 39 menit dan mampu mencapai ketinggian 2.802 km.
Korea Utara menyebut rudal tersebut sebagai rudal jarak jauh, namun Kementerian Pertahanan Rusia menilai itu merupakan rudal jarak menengah (IRBM), dengan mengatakan bahwa rudal tersebut meluncur hanya sekitar 535 km dan mencapai ketinggian 510 km, yang jatuh ke Laut Jepang.
Uji coba rudal itu dilakukan meski ada larangan oleh Dewan Keamanan PBB dan telah meningkatkan kecemasan di kalangan masyarakat internasional.
Korea Utara telah mendapat sanksi PBB sejak 2006, ketika Dewan Keamanan meminta agar menghentikan uji coba nuklir dan melarang penyediaan senjata berskala besar, teknologi nuklir, dan pelatihan terkait ke Pyongyang. Meskipun tekanan politik dan ekonomi yang kuat, Korea Utara secara menantang terus mengejar penelitian dan pengembangan di bidang nuklir. (rt/rsn-reinha)


