
China Town, Simbol Toleransi Keberagaman Etnis Di Kota Bandung
REINHA.com – Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang penduduknya memiliki latar belakang etnis dan agama yang beragam. Etnis Tionghoa merupakan salah satu etnis yang telah lama menetap di Kota Bandung, mereka bahkan ambil bagian dalam perang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan.
Belum lama ini, Walikota Bandung, Ridwan Kamil meresmikan China Town. Berlokasi di Jalan Kelenteng No. 41, Chinatown menampilkan suasana perkampungan yang kental akan budaya Tionghoa.
Saat peresmian, Ridwan Kamil mengatakan bahwa keberadaan China Town dapat memperkuat eksistensi Kota Bandung yang menghargai keberagaman. Beliau juga berharap China Town akan menjadi wujud keberagaman identitas dalam bidang ekonomi dan pariwisata.
Di China Town pengunjung akan merasa seperti berada di sebuah pemukiman ramai di Tiongkok. Karena mulai dari arsitektur bangunan dan dekorasi, hingga beragam kuliner tempo dulu maupun yang kekinian, semuanya khas Tionghoa. (Lihat Video Disini)
Di China Town terdapat 77 toko makanan dan souvenir yang dikelola oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Bandung. Dilengkapi area terbuka dengan ratusan meja dan kursi, cocok menjadi tempat berkumpul Bersama teman dan keluarga, sambil menikmati berbagai kuliner yang menggugah selera.
Destinasi wisata China Town tersebut buka setiap hari mulai pukul 12 siang hingga pukul 10 malam. Tiket masuk cukup terjangkau dengan Rp. 10.000 untuk hari Senin-Kamis dan Rp. 20.000 untuk akhir pekan dan hari libur nasional (tiket sudah termasuk sepotong kue khas Tionghoa). (rsn-reinha)


