
100 Orang Akan Diseleksi Untuk Menghuni Planet Mars
REINHA.com – Misi ‘Mars One’ yang merencanakan akan membawa 24 orang untuk menghuni planet Mars telah mencapai tahap yang disebut dengan ‘The Mars 100’. Dalam tahap ini sudah ada 100 orang kandidat terpilih dari lebih dari 200.000 orang yang mendaftar. 100 orang ini akan melanjutkan seleksi ke tahap terakhir.
Misi yang dikelola oleh Dutch Mars One NGO dan telah diumumkan sejak tahun 2013. Dengan jumlah biaya diperkirakan mencapai $ 6 Miliar, Mars One akan memberangkatkan 24 orang ke planet Mars pada tahun 2024.
Bukan sekedar untuk berkunjung, tetapi untuk menjadi koloni pertama yang hidup di planet Mars secara permanen. Salah satu pelopor misi ini bahkan berharap bisa memperluas koloni dengan merencanakan kelahiran di planet tersebut.
Daftar kandidat yang bermimpi mendapatkan tiket satu arah ke Mars dan menjadi manusia pertama yang tinggal di planet ini dipangkas dari sekitar 200.000 orang menjadi hanya 100 orang pada minggu ini. Dan pada waktunya hanya akan tersisa 24 orang terpilih, dengan 4 orang diberangkatkan di misi yang pertama.
Orang-orang yang terpilih berasal dari seluruh dunia, termasuk 5 orang Rusia dan kandidat lain dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Filipina, Denmark, Bolivia, Vietnam, Jepang, Irak, Ukraina dan China, semuanya berusia antara 19 dan 60 tahun.
“Saya mendaftar ke Mars One karena saya ingin membuat perbedaan di dunia ini. Saya ingin melakukan sesuatu yang saya tahu bisa menginspirasi orang untuk mau masuk ke sains, teknik dan teknologi” ucap Ryan MacDonald, seorang mahasiswi Oxford jurusan fisika.
“Kami tidak hanya pergi ke sana untuk menancapkan bendera, merogoh beberapa batu, lalu membawa mereka kembali ke Bumi. Yang kami lakukan membawa keabadian ke Mars, kami akan membangun pemukiman di Mars, dan dengan cara itu Kami mencapai warisan abadi untuk umat manusia. Fakta bahwa perjalanan ini satu arah adalah bagian yang paling menarik” lanjut Ryan.
Finalis lain, Maggie Lieu, seorang mahasiswa astrofisika berusia 24 tahun dari kota Birmingham, Inggris, sudah melihat lebih jauh ke masa depan. Ia menjalin hubungan dengan salah satu finalis lain, kemudian menyarankan agar dia menjadi wanita pertama yang melahirkan di planet Mars.
“Saya pikir akan sangat menakjubkan menjadi wanita pertama yang melahirkan di Mars, karena tidak ada penelitian yang mempengaruhi gravitasi pada janin. Tidak ada yang tahu. Jika semuanya berhasil, ini akan mengubah ilmu pengobatan dan pengetahuan untuk masa depan” ucap Maggie.
LSM Mars One berharap finalis terpilih dapat menjalani persiapan bertahun-tahun, termasuk pelatihan teknis, memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas dalam bidang teknik dan kedokteran, serta pelatihan pribadi untuk mengatasi isolasi jangka panjang dan belajar bekerja sebagai tim.
Sementara para finalis Mars One sangat antusias dengan misi berani mereka, proyek tersebut pasti telah terpenuhi dengan skeptisisme di beberapa kalangan. Kritik mengatakan dengan kurangnya dana dan tidak adanya pesawat ruang angkasa yang sebenarnya, Mars One tidak lebih dari sekedar gimmick. (rt/rsn-reinha)


