Tayangkan Iklan ‘Rasis’, Manajemen Dove Meminta Maaf

Tayangkan Iklan ‘Rasis’, Manajemen Dove Meminta Maaf

REINHA.com – Sebuah iklan dari brand produk kecantikan ternama produksi Unilever memicu kemarahan banyak orang. Iklan tersebut, menunjukkan seorang wanita berkulit hitam yang berubah menjadi wanita berkulit putih setelah menggunakan produk Dove.

Naomi Leann Blake, seorang makeup artis, membagikan foto dari iklan terbaru produk pelembab Dove di akun Facebooknya. Gambar tersebut merupakan bagian dari kampanye iklan Dove di Facebook.

Beberapa foto yang dibagikan memperlihatkan seorang wanita kulit hitam yang mengenakan kaos coklat. Setelah menggunakan produk Dove, wanita tersebut membuka kaos yang dipakainya, dan dalam sekejap ia berubah menjadi seorang wanita kulit putih yang mengenakan kaos krem.

Postingan Naomi dengan cepat menjadi viral, dan memicu kemarahan dan tuduhan rasisme terhadap cara promosi Dove.

Setelah serangan balik secara online, pihak manajemen Dove menghapus iklan Facebook tersebut dan memposting permohonan maaf lewat akun Twitter.

“Sebuah gambar yang baru-baru ini kami posting di Facebook melewatkan tanda yang mewakili warna sesungguhnya dari wanita. Kami sangat menyesalkan pelanggaran yang ditimbulkan dari iklan tersebut” tulis perwakilan manajemen Dove.

Permintaan maaf Dove disambut dengan kritik lebih lanjut, dengan beberapa pengguna media sosial mengatakan bahwa hal itu tidak cukup baik. Beberapa menunjuk pada pemasaran Dove yang patut dipertanyakan, seperti pelembab berkulit putih untuk “kulit normal sampai gelap”, yang membuat merek ini bermasalah pada tahun 2012, dan lagi pada tahun 2015.

Yang lain mengingatkan merek kontroversi 2011 atas kampanye iklannya yang lain yang menunjukkan tiga wanita, dengan kulit mulai dari warna gelap ke putih, berdiri di belakang gambar sebelum dan sesudah kulit. Iklan tersebut dituduh menyarankan kulit putih adalah yang terbaik. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.