Cerita Dibalik Pengunduran Diri Uskup Hubertus Leteng

Cerita Dibalik Pengunduran Diri Uskup Hubertus Leteng

REINHA.com – Berita tentang pengunduran diri Uskup Ruteng Hubertus Leteng menjadi marak dibahas media nasional akhir-akhir ini. Apakah yang terjadi dengan Keuskupan Ruteng..? Apa penyebab pengunduran diri Uskup Hubertus Lateng..?

Menurut radiovaticana mengutip dari ucanews, terbitan tanggal 22 Juni 2017 diberitakan bahwa hampir 70 imam Keuskupan Ruteng telah meminta mediasi ke Vatikan untuk membantu menyelesaikan perselisihan sengit antara para imam dan Uskup mereka.

Dimana mereka menuduh Uskup Hubertus Lateng menyalahgunakan dana gereja dengan kisaran uang lebih dari US $ 100.000. Perwakilan para imam, yang didampingi oleh seorang pejabat konferensi uskup bertemu dengan Uskup Agung Vatikan Nuncio Antonio Guido Filipazzi pada tanggal 16 Juni, dimana mereka mencari pertolongannya untuk perombakan dan transparansi sepenuhnya dari Uskup Hubertus Leteng mengenai bagaimana hal-hal yang harus dijalankan di keuskupan.

Langkah tersebut dilakukan setelah puluhan imam di Keuskupan Pulau Flores yang berpenduduk mayoritas Katolik berhenti dari jabatan mereka untuk memprotes uskup mereka.

Pastor Alfonsius Segar, salah satu imam yang bertemu dengan Arch. Filipazzi, mengatakan kepada UCANEWS bahwa perwakilan Tahta Suci Indonesia, telah berjanji untuk membantu menyelesaikan perselisihan tersebut. “Dia akan segera menangani masalah ini dengan Vatikan,” kata Pastor Segar.

Imam tersebut juga mengatakan bahwa Nuncio akan mengirim seseorang ke keuskupan untuk menilai situasi tersebut. “Kami menanti keputusan cepat mengenai Vatikan mengenai hal ini,” Pastor Segar menambahkan.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tahta Suci, Antonius Agus Sriyono mengatakan kepada Radio Vatikan bahwa dia saat ini sedang mengamati krisis di Keuskupan Ruteng, namun jika “meminta” dia siap “menjadi mediator”.

Tahun lalu, Uskup Leteng dituduh diam-diam meminjam uang sebesar $ 94.000 dari Konferensi Waligereja Indonesia di Jakarta dan $ 30.000 dari keuskupan namun gagal memberikan laporan pertanggungjawaban.

Dalam sebuah pertemuan, Uskup berusia 58 tahun tersebut mengatakan telah memberi tahu para imam bahwa uang tersebut digunakan untuk membiayai pendidikan seorang pemuda dari keluarga miskin yang sedang belajar menjadi pilot di Amerika Serikat. Ketika ditanya secara rinci, uskup tersebut mengatakan kepada mereka bahwa itu bukan urusan mereka.

Namun, para imam menduga uang itu diberikan kepada seorang wanita yang mereka tuduh sebagai kekasih Uskup. Perselingkuhan tersebut muncul pada tahun 2014. Uskup menolak tuduhan tersebut, dan menyebutnya “fitnah.”

Uskup Leteng telah mengepalai Keuskupan Ruteng sejak April 2010. Mantan rektor Seminari Tinggi St. Peter di Ritapiret diangkat menjadi uskup oleh Paus Benediktus pada tanggal 7 November 2009 dan ditahbiskan menjadi uskup tahun berikutnya pada tanggal 14 April.

Pada tanggal 12 Juni, 69 imam mengundurkan diri dari jabatan mereka sebagai imam episkopal dan pastor paroki, dimana mereka menuntut agar Uskup Leteng benar-benar mengubah bagaimana semestinya keuskupan tersebut dijalankan.

Juru bicara pastor, Pastor Marthen Chen sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa perombakan sangat dibutuhkan “agar gereja benar-benar sesuai dengan tuntunan Roh Kudus.” “Kami menuntut pembaharuan dalam pekerjaan pastoral dan juga di gereja dan manajemen keuangan, “kata Pastor Chen, tanpa menjelaskan lebih jauh.(jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.