
Hanya Karena Beda Warna Tali Sepatu, Sepatu Anak Ini Disita Sekolah
REINHA.com – Seorang ibu mengeluh tentang sanksi yang diberikan oleh sekolah terhadap anaknya. Hal ini dikarenakan sekolah tempat di mana anaknya menuntut ilmu, menyita sepatu milik anaknya hanya karena tali sepatu anaknya tidak sesuai dengan peraturan sekolah.
Desrinda Syahfarin mencurahkan isi hatinya tersebut ke akun facebook miliknya, dia mengatakan anaknya harus pulang kerumah tanpa mengenakan sepatu lantaran disita oleh sekolah.
Dalam status yang dipublish pada hari Senin 23 Oktober tersebut, Desrinda mengatakan, peraturan tersebut sangat aneh, karena disaat zaman Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak ada sekolah yang memaksakan anak untuk membeli peralatan sekolah, seragam pun pada zaman ahok, anak-anak bebas menggunakan semampunya orang tua.

Berikut isi lengkap curahan hati Desrinda Syahfarin, yang diambil dari akun Facebook miliknya,
“Zaman Ahok: Anak-anak bebas berseragam semampunya, kepsek dan guru-guru nggak berani memaksa beli perlengkapan sekolah sehingga orang tua beli masing-masing (saya beli sepatu, topi, dasi buat Alif cari yang paling murah di Tokopedia). Kenapa hari ini ada perampasan lalu disuruh beli baru padahal udah masuk SMPN itu sejak setahun lalu nggak dipermasalahkan?
Kasihan Alif jadi nyeker dari pelajaran olah raga sampai pulang ke rumah. Kalau masalahnya salah warna tali khan bisa diambil talinya aja, kenapa pakai prosedur menyiksa muridnya?
Mungkin di zaman Anies yang bekas menteri pendidikan yang baru seminggu ini udah akan balik model rezim Orde Baru, semuanya mesti beli sama guru. Sebelumnya khan kepsek dan guru-guru nggak berani ambil serupiah pun apa lagi memaksa murid beli perlengkapan ke pihak sekolah daripada kena pasal korupsi atau pungutan liar.
Semoga text book masih akan disediakan gratis seterusnya. Kalau KJP sih udah hampir pasti dikurangi”.(jmw-reinha)


