
China Bangun Database Suara Biometrik
REINHA.com – Pemerintah China mengumpulkan ribuan contoh pola suara dari warganya. Contoh suara tersebut akan dijadikan simulasi dalam pembuatan database suara biometrik nasional, untuk menciptakan sebuah sistem yang secara otomatis dapat mendeteksi suara dari banyak individu secara spesifik.
Human Rights Watch (HRW) pada hari Senin, 23 Oktober 2017, mengatakan bahwa untuk membuat database suara terbesar ini, pihak berwenang China telah berkolaborasi dengan perusahaan teknologi pengenalan suara iFlytek, yang bertanggung jawab untuk memproduksi 80 persen dari semua teknologi tersebut.
HRW mengatakan bahwa pemerintah telah “meningkatkan” penggunaan teknologi biometrik dalam beberapa tahun terakhir, untuk “meningkatkan pengawasan massa dan upaya pengendalian sosial yang ada”.
“Pemerintah China telah mengumpulkan pola suara puluhan ribu orang dengan sedikit transparansi mengenai program atau undang-undang yang mengatur siapa yang dapat ditargetkan atau bagaimana informasi itu akan digunakan” ucap Sophie Richardson, direktur HRW China.
“Pihak berwenang dapat dengan mudah menyalahgunakan data tersebut di negara yang memiliki sejarah panjang tentang pengawasan dan pembalasan yang tidak terkendali terhadap kritikus” lanjutnya.
China telah memiliki database biometrik yang menyeluruh dan dapat diakses oleh pihak berwenang, yang mencakup profil DNA sekitar 40 juta orang dan koleksi wajah lebih dari 1 miliar orang.
Pihak berwenang dapat menuduh siapapun yang dicurigai melanggar hukum atau melakukan kejahatan, termasuk pelanggaran ringan untuk menyuarakan pengumpulan data. Laporan pemerintah di media mengklaim bahwa teknologi tersebut sejauh ini digunakan dalam kasus-kasus yang melibatkan penipuan telekomunikasi, perdagangan narkoba, penculikan, dan pemerasan. (rsn-reinha)


