Spesies Orangutan Baru Ditemukan Di Sumatera

Orangutan Tapanuli / Andrew Walmsley

Spesies Orangutan Baru Ditemukan Di Sumatera

REINHA.com – Spesies orangutan di Sumatera yang selama bertahun-tahun membuat bingung para ilmuwan, kini berhasil diidentifikasi. Populasi kecil orangutan yang memiliki ‘keunikan’ genetik tersebut akhirnya disimpulkan sebagai spesies baru yang diberi nama ‘orangutan Tapanuli’.

Orangutan Tapanuli dilaporkan terlihat pertama kalinya di hutan pegunungan terpencil pada tahun 1997. Sejak saat itu, proyek penelitian digelar oleh para ilmuwan dari Universitas Zurich, Universitas Liverpool John Moores dan Program Konservasi Orangutan Sumatera, namun hasilnya mengecewakan.

Pada awal studi, peneliti mengambil DNA dari orangutan tersebut dan menemukan bahwa mereka ‘aneh’ jika dibandingkan dengan spesies orangutan lain yang hidup di Sumatera. Orangutan Tapanuli memiliki perbedaan yang sangat halus namun konsisten dalam hal bentuk tengkorak.

Selain perbedaan pada bentuk tengkorak, orangutan Tapanuli memiliki keunikan dalam hal cara berkomunikasi. Orangutan jantan membuat suara keras untuk mengumumkan kehadiran mereka. Suara panggilan tersebut bisa terdengar hingga sejauh satu kilometer.

Tengkorak Orangutan Tapanuli / Nater Et Al

Para ilmuwan kemudian memulai penyelidikan teliti, dengan merekonstruksi sejarah evolusioner hewan tersebut melalui kode genetik mereka.

“Analisis genomik benar-benar memungkinkan kita untuk melihat secara rinci sejarah. Kita bisa menyelidiki jauh di masa lalu dan bertanya, kapan populasi ini terpecah?” dijelaskan oleh salah satu peneliti utama, Prof Michael Krützen dari Universitas Zurich, Swiss.

Analisis total 37 genom orangutan lengkap, kini telah menunjukkan bahwa kera ini terpisah dari kerabatnya, orangutan Borneo, kurang dari 700.000 tahun yang lalu.

Sayangnya, jumlah populasi orangutan Tapanuli diperkirakan hanya ada sekitar 800 ekor di Sumatera. Spesies ini akan ditambahkan di dalam daftar spesies yang terancam punah=.

“Ini sangat mengkhawatirkan. Kita menemukan spesies yang baru dan kemudian segera menyadari bahwa kita harus memusatkan semua usaha kita sebelum kita kehilangannya mereka” ucap Prof Serge Wich dari Universitas Liverpool John Moores. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.