Hizbullah: Arab Saudi Umumkan Perang Terhadap Lebanon

Hizbullah: Arab Saudi Umumkan Perang Terhadap Lebanon

Hizbullah: Arab Saudi Umumkan Perang Terhadap Lebanon
Sayyed Hassan Nasrallah © Khalil Hassan / Reuters

REINHA.com – Pemimpin kelompok Syiah Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa Arab Saudi telah mengumumkan. perang terhadap Lebanon. Nasrallah juga menambahkan bahwa ‘penahanan’ Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri, merupakan ‘sebuah intervensi Arab Saudi yang belum pernah terjadi sebelumnya’.

“Laporan tentang rencana pembunuhan dibuat oleh Arab Saudi. Sementara pidato pengunduran diri Perdana Menteri Lebanon juga ditulis oleh mereka” ucap Nasrallah, dalam sebuah pidato yang disiarkan di stasiun televisi lokal.

(Baca juga: Hizbullah: Arab Saudi Paksa PM Lebanon Mengundurkan Diri)

Pemimpin Hizbullah tersebut juga menyatakan bahwa pemerintah Lebanon masih sah dan mendesak semua pihak untuk bekerja sama dengannya. Nasallah mengklaim bahwa Hariri dicegah oleh orang-orang Arab Saudi untuk kembali ke Lebanon, sementara seluruh situasi seputar pengunduran diri Hariri adalah ‘intervensi Arab Saudi yang belum pernah terjadi sebelumnya’ dalam urusan internal Lebanon.

“Hariri adalah seorang tahanan di Arab Saudi, dan tidak dapat kembali ke negerinya sendiri. Arab Saudi berusaha untuk memaksakan kehendaknya pada pemerintah Lebanon. Mereka mencoba menabur benih perselisihan di antara berbagai faksi politik di sini dan mengadu domba mereka satu sama lain” kata Nasrallah, seperti dikutip Press TV.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah merilis sebuah pernyataan “memperingatkan terhadap pihak mana pun, di dalam atau di luar Lebanon, yang menggunakan Lebanon sebagai tempat konflik proxy”. Washington mendesak semua pihak “untuk menghormati integritas dan independensi lembaga nasional Lebanon yang sah, termasuk pemerintah dan militer”.

“Dalam hal ini, kami menghormati Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri sebagai mitra kuat Amerika Serikat” ucap Sekretaris Negara, Rex Tillerson, pada hari Jumat, 10 November 2017.

Nasrallah juga mengatakan bahwa Arab Saudi menghasut Israel untuk menyerang Lebanon. Namun, dia yakin bahwa perang antara Israel dengan Lebanon tidak mungkin terjadi, karena orang Israel tahu seberapa tinggi ‘biaya yang harus dibayar’. Dia juga memperingatkan Tel Aviv untuk tidak mencoba mengeksploitasi krisis yang sedang berlangsung di Lebanon untuk tujuannya sendiri. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.