Menlu Lebanon: Ada Kampanye Anti-Lebanon Di Timur Tengah

REINHA.com – Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil, mengatakan bahwa saat ini ada kampanye anti-Lebanon di negara-negara Timur Tengah. Kampanye tersebut bertujuan untuk mengintimidasi dan memaksa Lebanon untuk membatalkan proyek gas dengan Rusia.
“Beirut menghadapi beberapa kesulitan dalam usaha mereka untuk menstabilkan kawasan ini” ucap Bassil pada hari Jumat, 17 November 2017, menjelang pembicaraannya dengan diplomat senior Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow, Rusia.
Bassil mengungkapkan bahwa sebelum krisis saat ini, Lebanon hampir berada di ambang kontrak pertama yang pernah ada untuk mengembangkan ladang gas dengan perusahaan-perusahaan Rusia. Namun, sebuah kampanye untuk menghambat kesepakatan “dengan berbagai dalih” sekarang sedang berlangsung.
“Beberapa negara mencoba menggunakan kekuatan tertentu untuk menyingkirkan pemimpin Lebanon.Kekuatan yang sama yang melepaskan perang di Suriah dan mereka yang memberi makan ke teroris, sekarang berusaha untuk merusak Lebanon” ucap Bassil dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Interfax. Menteri tersebut menambahkan bahwa dia tidak akan menyebutkan negara mana yang mewakili kekuatan tersebut.
Bassil mengatakan bahwa Beirut berharap Moskow akan mengintensifkan usaha yang ditujukan untuk memberikan keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut. Rusia selalu memainkan peran besar dalam memerangi terorisme dan konflik yang terus meningkat.
(Baca juga: PM Lebanon Bantah Dirinya Menjadi Tahanan Arab Saudi)
“Kami mengandalkan kerja sama bilateral lebih lanjut, dan juga mengenai masalah lain, termasuk memulihkan perdamaian di Suriah” kata Bassil kepada diplomat senior Rusia, Sergey Lavrov.
“Moskow berdiri untuk menyelesaikan masalah Lebanon melalui cara-cara legal, namun tanpa gangguan dari luar. Menekankan bahwa Rusia sepenuhnya mendukung kedaulatan, kesatuan dan integritas teritorial Lebanon. Kepala kementerian luar negeri Rusia mengatakan bahwa hal yang paling penting bagi negara Timur Tengah adalah untuk menyelesaikan masalah melalui dialog dan mempertimbangkan kepentingan semua kekuatan politik terkemuka” ucap Lavrov.
Awal bulan ini, Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri tiba-tiba mengundurkan diri dalam sebuah pengumuman mengejutkan yang dibuat saat dia berkunjung ke Arab Saudi. Politisi tersebut juga menuduh kelompok Hizbullah yang berbasis di Iran dan Lebanon berkeinginan untuk menghancurkan dunia Arab.
# Menlu Lebanon: Ada Kampanye Anti-Lebanon Di Timur Tengah (rsn-reinha)


