Warga Australia Dukung Pernikahan Sesama Jenis

REINHA.com – Pernikahan sesama jenis masih menjadi hal yang tabu sejumlah negara di dunia. Namun dalam sebuah jajak pendapat yang bersejarah di Australia, menunjukkan bahwa sebagian besar warga Australia memutuskan untuk mendukung adanya pernikahan sesama jenis di negara mereka.
Lebih dari 12,7 juta orang, sekitar 79,5% pemilih yang berhak, ikut ambil bagian dalam pemilihan yang diadakan selama delapan minggu tersebut. Pemilih diberikan satu pertanyaan, “Haruskah undang-undang pernikahan diubah agar mengizinkan pasangan sesama jenis untuk menikah?”
Biro Statistik Australia mengatakan bahwa pemungutan suara yang tidak mengikat tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 61,6 persen warga Australia memilih untuk mendukung pasangan dengan jenis kelamin yang sama untuk menikah secara resmi.
Kepala statistik Australia David Kalisch mengatakan sekitar 7,8 juta orang memilih untuk mendukung pernikahan sesama jenis, dengan sekitar 4,9 juta menentangnya. Kalish juga mengatakan bahwa partisipasi dalam pemilihan ini juga sangat tinggi. Sebanyak 146 dari 150 pemilih Australia ikut berpartisipasi.
“Ini sangat luar biasa untuk sebuah survei sukarela dan jauh di atas survei sukarela lainnya yang dilakukan di seluruh dunia. Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah ini bagi banyak orang Australia” ucap Kalisch.
(Baca juga: Abby Stein, Rabi Hasidisme Yang Berubah Menjadi Wanita Transgender)
Survei tersebut bersifat sukarela, tidak seperti pemilihan wajib di Australia. Pemungutan suara dilakukan setelah perdebatan panjang dan sengit tentang perubahan undang-undang. Para pendukung yang gembira merayakan kemenangan pemungutan suara tersebut di jalan-jalan. Mereka melambaikan bendera pelangi, nyanyian dan tarian.
Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan bahwa pemerintahannya sekarang berencana untuk meresmikan undang-undang di parlemen pada hari Natal.
“[Australia] telah berbicara dengan jutaan warga dan sebagian besar dari mereka memilih setuju untuk kesetaraan perkawinan. Mereka memilih ya untuk keadilan, ya untuk komitmen, ya untuk cinta” ucap Turnbull setelah hasilnya diumumkan.
Hasil pemilihan yang diumumkan pada hari Rabu, 15 November 2017, mengakhiri apa yang diperdebatkan selama ini. Pemungutan suara itu sendiri telah dikritik oleh pendukung perkawinan sesama jenis, yang banyak di antaranya mengatakan bahwa hal itu tidak perlu ketika parlemen dapat memperdebatkan masalah ini secara langsung.
# Warga Australia Dukung Pernikahan Sesama Jenis (rsn-reinha)


