
Yaman Terancam Hadapi Kelaparan Terbesar Di Dunia
REINHA.com – Konflik berkepanjangan yang melanda Yaman, membuat negara tersebut terancam menghadapi kelaparan yang merupakan kelaparan terbesar di dunia dalam beberapa dekade. Diperingatkan oleh seorang pejabat senior PBB, akan ada jutaan orang yang menderita kelaparan jika pengiriman bantuan tidak dilanjutkan.
Mark Lowcock, Sekjen PBB untuk urusan kemanusiaan, mendesak koalisi pimpinan Arab Saudi untuk mencabut blokade di negara yang dilanda konflik tersebut.
Para hari Senin, 6 November 2017, koalisi pimpinan Arab Saudi menutup jalur udara, darat dan laut ke wilayah Yaman, setelah pemberontak Houthi menembakkan rudak ke Riyadh. Arab Saudi mengatakan blokade itu diperlukan untuk menghentikan Iran melakukan pengiriman senjata ke pemberontak.
Disamping itu, Iran membantah telah mempersenjatai pemberontak, yang telah melawan koalisi pimpinan Arab Saudi sejak tahun 2015.
“Saya telah mengatakan kepada dewan bahwa kecuali jika tindakan tersebut dicabut, akan ada kelaparan di Yaman. Ini akan menjadi bencana kelaparan terbesar yang dialami dunia selama beberapa decade dengan korban jutaan orang” ucap Lowcock kepada wartawan pada hari Rabu, 8 November 2017, setelah memberikan briefing pada Dewan Keamanan PBB.
Awal pekan ini, PBB dan Palang Merah memperingatkan bahwa situasi “bencana” mengancam jutaan orang Yaman yang bergantung pada pengiriman bantuan untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Palang Merah mengatakan pengiriman tablet klorin telah diblokir, padahal tablet klorin sangat penting untuk memerangi epidemi kolera yang telah mempengaruhi lebih dari 900.000 orang di Yaman.
PBB mengatakan bahwa tujuh juta orang Yaman berada di ambang kelaparan. Yaman bergantung pada impor untuk hampir semua kebutuhan warga sipil, tapi sekarang makanan, bahan bakar atau obat-obatan tidak dapat masuk. (rsn-reinha)


