Astronom Temukan Lubang Hitam Raksasa Paling Jauh Dari Bumi

REINHA.com – Para astronom telah menemukan lubang hitam “supermasif” yang memiliki jarak paling jauh dari bumi, dibandingkan dengan lubang hitam yang selama ini telah ditemukan. Lubang hitam tersebut memiliki jarak 13 miliar tahun cahaya, dengan ukuran 800 juta kali lebih besar dari Matahari.
Para astronom mengungkapkan bahwa lubang hitam raksasa tersebut ditemukan sibuk melahap materi yang ada di sekitar pusat galaksi. Sehingga para astronom meyakini itu merupakan tanda bahwa terdapat quasar yang sangat kuat dan terang di dalam lubang hitam tersebut.
Materi, seperti gas, yang jatuh ke lubang hitam akan membentuk massa bahan ultra-panas yang mengorbit di sekitarnya yang dikenal sebagai disk akresi.
“Quasar adalah salah satu benda langit paling terang dan paling jauh yang diketahui saat ini. Dan itu sangat penting untuk dapat memahami asal mula alam semesta” ucap rekan penulis Bram Venemans dari Max Planck Institute for Astronomy di Jerman.
Quasar ini menarik karena berasal dari masa ketika alam semesta hanya 5% dari zaman sekarang. Pada saat ini, kosmos mulai muncul dari masa yang dikenal sebagai zaman kegelapan, tepat sebelum bintang pertama muncul.
(Baca juga: Benda Misterius Lintasi Bima Sakti, NASA: Mungkin Itu Dari Tata Surya Lain)
Para astronom memperkirakan bahwa lubang hitam tersebut lahir 690 juta tahun setelah Big Bang (teori asal mula alas semesta). Lubang hitam tersebut tumbuh dengan ukuran yang sangat besar, 800 juta kali massa Matahari, hanya dalam waktu yang relatif singkat.
“Mengumpulkan semua massa ini di bawah 690 juta tahun merupakan tantangan besar bagi teori pertumbuhan lubang hitam supermasif” ucap rekan penulis Eduardo Bañados, dari Carnegie Institution for Science.
Jarak quasar digambarkan oleh sebuah properti yang disebut redshift – sebuah pengukuran seberapa panjang panjang gelombang cahayanya diregangkan oleh perluasan Alam Semesta sebelum mencapai Bumi.
Lubang hitam yang baru ditemukan memiliki redshift 7.54. Semakin tinggi pergeseran merah, semakin besar jarak, dan semakin jauh astronom melihat pada saat mereka mengamati benda itu.
Sebelum penemuan ini, pemegang rekor untuk quasar terjauh yang ada saat alam semesta berusia sekitar 800 juta tahun setelah Big Bang.
“Meskipun pencarian ekstensif, dibutuhkan lebih dari setengah dekade untuk melihat sekilas sesuatu sejauh ini dalam sejarah Alam Semesta. Temuan ini menunjukkan bahwa sebuah proses jelas ada di alam semesta awal untuk membuat monster ini” ucap Dr Bañados.
Penemuan tak terduga ini didasarkan pada data yang dikumpulkan dari observatorium di seluruh dunia. Ini termasuk data dari observatorium Gemini North di gunung berapi Maunakea Hawaii dan teleskop luar angkasa NASA yang disebut Wide-field Infrared Survey Explorer (Wise). Penemuan tersebut dilaporkan dalam jurnal Nature.
# Astronom Temukan Lubang Hitam Raksasa Paling Jauh Dari Bumi (rsn-reinha)


