Mahmoud Abbas: Yesus Sebagai Inspirasi Palestina

Mahmoud Abbas: Yesus Sebagai Inspirasi Palestina

Mahmoud Abbas: Yesus Sebagai Inspirasi Palestina
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas – @reuters

REINHA.com – Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, dalam sebuah pesan kepada orang-orang Kristen di seluruh dunia pada hari Jumat, mengangkat Yesus sebagai inspirasi bagi orang-orang Palestina yang memperjuangkan Yerusalem atas pengakuan AS sebagai ibukota Israel.

Pengakuan Amerika atas Yerusalem pada 6 Desember tersebut memberikan arti perluasan bagi pemukiman Israel yang “ilegal” dan merupakan “penghinaan” kepada orang-orang di seluruh dunia, Abbas menulis dalam sebuah pesan natal tahunannya yang dipublikasikan di Ramallah kantor berita resmi Wafa.

(Baca juga: Bentrok Di Palestina, Dua Orang Terbunuh Dan Puluhan Terluka)

Abbas mengeluarkan pesan tersebut beberapa jam setelah dia mengumumkan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, dimana AS telah mendiskualifikasi dirinya sebagai mediator untuk perundingan perdamaian Israel-Palestina.

Dalam pesan Natal Abbas melangkah lebih jauh, mengatakan bahwa orang-orang Palestina diilhami oleh Yesus untuk menolak “ketidakadilan” dari kebijakan-kebijakan yang didukung AS.

“Sementara pemerintah AS telah memutuskan untuk memberikan penghargaan atas ketidakadilan dan mengancam orang lain yang tidak mendukungnya, kami akan melanjutkan jalan untuk menuju kebebasan,” katanya.

“Kami diilhami oleh pesan Yesus, yang menolak ketidakadilan dan menyebarkan sebuah kata pengharapan.”

Abbas mengutip Alkitab yang mengatakan “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan keadilan, karena mereka akan dipenuhi.” Mengacu pada ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memotong dana ke negara-negara yang memberikan suara di Majelis Umum PBB untuk mengutuk langkah AS.

Abbas menambahkan: “ancaman terhadap orang-orang yang mendukung keadilan akan disambut dengan semangat dari jutaan orang bermartabat di seluruh dunia. ”

Abbas menulis bahwa Bethlehem dikelilingi oleh 18 “pemukiman kolonial ilegal yang sedang dalam perluasan.” Keputusan untuk mengakui Yerisalem sebagai ibu kota Israel telah menjadi penghinaan terhadap jutaan orang di seluruh dunia dan juga ke kota Bethlehem.

Keputusan Washington telah mendorong tindakan ilegal pemutusan hubungan antara kota suci Betlehem dan Yerusalem, keduanya berpisah untuk pertama kalinya dalam 2000 tahun kekristenan. ”

“AS juga mengabaikan bahwa Yerusalem Timur adalah bagian integral dari negara bagian Palestina, sebuah kota dimana properti gereja dan masa depannya terancam oleh penjajah dan kelompok fundamentalis Zionis,” tulisnya.

Abbas mengatakan bahwa umat Kristen di seluruh dunia harus memperhatikan dan mendengarkan pemimpin Kristen di Tanah Suci yang mengutuk keputusan Trump.

“Kami meminta orang-orang Kristen dunia untuk mendengarkan suara-suara sejati orang-orang Kristen pribumi dari Tanah Suci. Suara yang sama yang dengan kuat menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel melalui kepala gereja mereka. Mereka adalah keturunan dari pengikut pertama Yesus Kristus dan bagian integral dari orang-orang Palestina. ”

# Mahmoud Abbas: Yesus Sebagai Inspirasi Palestina (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.