Korea Utara Mencela Sanksi Baru PBB Sebagai Tindakan Perang

REINHA.com – Korea Utara telah mendapatkan sanksi baru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang sangat merugikan perekonomian negara tersebut. Pemerintah Korea Utara mencela sanksi itu sebagai ‘tindakan perang’ dari PBB.
“Pyongyang mempertimbangkan putaran terakhir sanksi PBB, yang sangat melumpuhkan sisa impor dan ekspor sebagai ‘tindakan perang’ ” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri negara tersebut.
“Kami mendefinisikan ‘resolusi sanksi’ yang dicurangi oleh Amerika Serikat dan para pengikutnya sebagai pelanggaran berat atas kedaulatan Republik kita, sebagai tindakan perang yang melanggar perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea dan wilayah tersebut, dan secara kategoris menolak resolusi tersebut” lanjut juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Minggu, 24 Desember 2017.
Pada hari Jumat, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memberlakukan babak baru sanksi terhadap Korea Utara setelah peluncuran uji coba rudal balistik terbaru pada tanggal 29 November.
(Baca juga: Korea Utara Bantah Siapkan Senjata Biologis)
Pyongyang sudah berada di bawah rezim sanksi ekonomi yang sangat keras, namun putaran terakhir selanjutnya memangkas impor produk minyak olahannya, dan melarang semua ekspor utama yang tersisa. Langkah tersebut juga menuntut pemulangan semua warga Korea Utara yang bekerja di luar negeri dalam waktu 24 bulan.
“Sanksi baru tersebut sama dengan mem-blokade perekonomian Korea Utara secara lengkap” sebut kementerian dengan marah.
Kementerian Luar Negeri memberi ancaman bahwa “Negara-negara yang mengangkat tangan mereka untuk mendukung ‘resolusi sanksi’ ini harus bertanggung jawab penuh atas semua konsekuensinya terhadap ‘resolusi’ dan kami akan memastikan selama-lamanya bahwa mereka akan membayar harga yang mahal untuk apa yang telah mereka lakukan”.
“Jika AS ingin hidup dengan aman, ia harus meninggalkan kebijakan bermusuhannya dengan Korea Utara dan belajar untuk hidup berdampingan dengan negara yang memiliki senjata nuklir” kementerian tersebut menyatakan. Ini menekankan bahwa senjata mereka murni untuk tujuan defensif dan dirancang untuk menghancurkan impian Amerika tentang hegemoni yang tidak masuk akal atas dunia.
# Korea Utara Mencela Sanksi Baru PBB Sebagai Tindakan Perang (rsn-reinha)


