AS Sebut Korea Utara Bertanggung Jawab Atas Serangan WannaCry

AS Sebut Korea Utara Bertanggung Jawab Atas Serangan WannaCry

Penasihat White House Homeland Security Tom Bossert – @reuters

REINHA.com – Pemerintah Amerika Serikat sebut Korea Utara bertanggung jawab secara langsung atas serangan malware WannaCry pada awal tahun 2017. Serangan tersebut telah melumpuhkan 300.000 komputer milik rumah sakit, bank dan bisnis di 120 negara.

Thomas Bossert, seorang ajudan Presiden AS Donald Trump, membuat tuduhan tersebut lewat artikel di media cetak Wall Street Journal. Ini adalah pertama kalinya AS secara resmi menyalahkan Korea Utara atas kejahatan cyber yang menimbulkan kerugian miliaran dolar tersebut.

(Baca juga: Microsoft Tuduh Korut Sebagai Pelaku Serangan Ransomware WannaCry)

Bossert mengatakan bahwa tuduhan tersebut dibuatnya berdasarkan bukti yang ada.

Sebelumnya tuduhan serupa pernah ditujukan kepada Korea Utara oleh pemerintah Inggris. Pada bulan November, Inggris mengatakan bahwa “semua sudah pasti” bahwa Korea Utara yang melakukan serangan cyber tersebut.

Pada bulan Mei, pemilik komputer yang terkena serangan cyber mendapati file-file mereka terkunci. Penyebar malware meminta korban untuk membayar uang tebusan agar data mereka dipulihkan. Badan polisi UE Europol menyebut skala serangan itu sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Dalam artikel tersebut, Tuan Bossert mengatakan Korea Utara harus dianggap “bertanggung jawab” dan mengatakan AS akan terus menggunakan “strategi tekanan maksimum” untuk menghalangi kemampuan rezim tersebut dalam melakukan serangan cyber.

Dia tidak menentukan tindakan apa, jika ada, pemerintah AS berencana untuk menanggapi temuan mereka.

Negara ini sudah menghadapi sanksi ekonomi utama setelah ditunjuk kembali sebagai sponsor negara untuk terorisme bulan lalu, di tengah ketegangan program nuklir Korea Utara dan uji coba rudal.

“Korea Utara telah bertindak sangat buruk, sebagian besar tidak terkendali, selama lebih dari satu dekade, dan perilaku jahatnya semakin mengerikan. WannaCry tidak pandang bulu tanpa pandang bulu” tulis Bossert.

“Saat kita membuat internet lebih aman, kita akan terus meminta pertanggungjawaban orang-orang yang menyakiti atau mengancam kita, baik bertindak sendiri atau atas nama organisasi kriminal atau negara-negara yang bermusuhan. Kit alat rezim totaliter terlalu mengancam untuk diabaikan” lanjutnya.

# AS Sebut Korea Utara Bertanggung Jawab Atas Serangan WannaCry (jmw-reinha)