Mengenal Hipoglikemia Dan Gejalanya

REINHA.com – Zat gula didapat dari makanan yang dicerna dan diserap. Tubuh manusia akan mencerna makanan dan mencampurnya dengan cairan asam serta enzim di perut. Setelah perut mencerna makanan, karbohidrat yang berupa pati serta gula akan diubah menjadi glukosa.
Saat berada dalam darah, glukosa akan segera digunakan sebagai energi atau disimpan dalam tubuh apabila dibutuhkan nanti. Saat berada dalam darah, glukosa akan segera digunakan sebagai energi atau disimpan dalam tubuh apabila dibutuhkan nanti. Insulin dan gula darah (glukosa) bisa naik, dan juga bisa turun, jumlah glukosa dan insulin yang ada di dalam aliran darah sangat bergantung pada berapa banyak makanan yang kita konsumsi.
(Baca juga: Perlengkapan Medis Yang Wajib Ada Di Rumah)
Gula darah (glukosa) normal berada pada angka 70 dan 120 mg/dl. Bagi orang normal atau yang tidak menderita penyakit diabetes melitus, gula darah (glukosa) bisa naik hingga 180 setelah makan atau pada saat makan. Dua jam setelah makan, kadar gula darah (glukosa) akan turun pada angka 140. Dan setelah tiga atau empat jam kadar gula darah (glukosa) turun hingga bisa mencapai angka 70.
(Baca juga: Ilmuwan Merancang Metode Tes Darah Pendeteksi Kanker)
Bila kadar insulin terlalu banyak bisa mengakibatkan penurunan kadar gula darah (glukosa). Penurunan kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh yang melewati batas normal dikenal dengan istilah hipoglikemia. Dalam pengukuran gula darah (glulosa), kadarnya bisa mencapai angka di bawah dari 70 mg/dl.
Hal ini bisa terjadi karena pola makan yang buruk, berolahraga yang berlebihan, hingga pemakaian insulin dan konsumsi obat-obatan penurun gula darah pada penderita diabetes melitus. Jangan pernah mengganggap sepele hipoglikemia, karena akibatnya bisa fatal, bisa menyebabkan kejang, hilang kesadaran, hingga kematian.
Adapun gejala – gejala yang bisa terlihat pada seseorang yang mengalami hipoglikemia yaitu :
• Lelah
• Pusing, sakit kepala
• Pucat
• Gemetar
• Berkeringat
• Detak jantung cepat
• Mengantuk
• Kesemutan di bibir atau lidah
Hal yang bisa dilakukan untuk menangani hal ini dan untuk menghindari komplikasi yang bisa terjadi yaitu berupa mengkonsumsi makanan tinggi kandungan gula dan karbohidrat. Seperti permen, jus buah, biskuit, sereal. Menerapkan pola makan yang sehat, hindari berolahraga yang berlebihan, dan untuk penderita diabetes melitus, sangat diharapkan untuk rutin memeriksakan kadar gula darah.
# Mengenal Hipoglikemia Dan Gejalanya (jmw-reinha)


