Akibat Perang Dagang, Pasar Mata Uang Akan Berantakan Minggu Depan?

REINHA.com – Pasar di seluruh dunia jatuh setelah AS memberlakukan tarif $ 60 miliar untuk barang-barang China, dimana Beijing menampar balik dengan pajak sebesar $ 3 miliar untuk barang impor Amerika sebagai balasannya.
Seperti dilansir CNBC , produk AS yang diekspor ke China pada 2016 bernilai total USD115,6 miliar. Namun, dengan menimbang besarnya nilai perdagangan kedua negara, Beijing hanya membatasi pengenaan pajak impor untuk 128 produk senilai USD 3 miliar.
“(China) Sangat hati-hati,” tandas Timothy Stratford, mantan Perwakilan Dagang AS ( USTR ) Urusan China di Departemen Perdagangan AS pada 2005-2010. “Mereka (China) ingin menunjukkan bahwa mereka telah mencatat tindakan-tindakan yang dilakukan AS dan akan menentang, tetapi mereka tidak ingin dilihat melakukan eskalasi.”
(Baca juga: China Bantu Pembangunan Rudal Pakistan Dengan Memberi Sistem Pelacakan Canggih)
Dari RT melaporkan, Wall Street menguatkan aksi jualnya pada hari Jumat setelah saham AS jatuh tajam selama perdagangan hari sebelumnya, dimana Dow Jones Industrial Average turun hampir tiga persen. S & P 500 dan NASDAQ turun sekitar 2,5 persen. Penjualan berlanjut di Asia pada hari Jumat dengan Indeks Nikkei Jepang ditutup 4,51 persen lebih rendah. Bursa Hong Kong kehilangan 2,45 persen, sedangkan indeks utama di Shanghai turun 2,86 persen. Kospi di Seoul turun 3,37 persen.
Di Australia yang menjual lebih banyak bijih besi ke China daripada negara lain, indeks patokan ASX200 turun hampir dua persen. Di Eropa, FTSE 100 di London turun setengah dari satu persen selama perdagangan Jumat sore, sementara DAX Jerman dan CAC Prancis turun lebih dari satu persen.
Di pasar mata uang, dolar AS jatuh ke posisi terendah dalam satu bulan. Greenback turun 0,3 persen dimana kerugian mingguan mencapai sekitar 0,7 persen, penurunan terbesar dalam sebulan.
“Perang Perdagangan, lonjakan pendanaan dolar dan akhir kuartal yang rumit berarti bahwa pasar mata uang dapat menjadi sedikit berantakan minggu depan,” kata Marc Ostwald, ahli strategi global di ADM Investor Services International di London, seperti dikutip dari Reuters.
# Akibat Perang Dagang, Pasar Mata Uang Akan Berantakan Minggu Depan?


