Inggris Berencana Kenakan Pajak Terhadap Sampah Plastik

Inggris Berencana Kenakan Pajak Terhadap Sampah Plastik
Sampah -@Web Pic

REINHA.com – Kanselir Exchequer, Philip Hammond, akan meluncurkan konsultasi publik mengenai rencana pengenaan pajak terhadap sampah plastik untuk mengurangi limbah plastik. Konsultasi publik tersebut akan diselenggarakan dalam Spring Statement-nya pada hari Selasa, 13 Maret 2018.

Hammond akan meminta bukti dari industri, kelompok perlindungan lingkungan dan individu mengenai rencana untuk mengenakan pajak terhadap peralatan yang terbuat dari plastik sekali pakai, seperti pengaduk, kotak peralatan makan dan kotak pembungkus makanan, yang mencemari laut dan daratan.

(Baca juga: Pantai Dipenuhi Sampah, Bali Minta Maaf)

“Limbah dari plastik sekali pakai adalah momok bagi lingkungan kita. Dari bungkus kripik sampai cangkir kopi, setiap tahun Inggris menghasilkan jutaan ton limbah yang tidak dapat didaur ulang atau tidak dapat diurai,” kata Hammond menjelang Spring Statement, “anggaran mini” di mana dia akan memperbarui kebijakan ekonomi parlemen.

(Baca juga: Disebut Memiliki Standar Ganda, Fadli Zon: Bedakan Kritik Dengan Hoax)

Hammond juga akan mengungkap dana inovasi senilai 20 juta poundsterling (sekitar 27,7 juta dolar A.S.) untuk mendorong bisnis dan universitas dalam mengembangkan teknologi baru untuk memotong sampah plastik.

Pertarungan melawan sampah plastik terjadi setelah Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berjanji pada bulan Januari lalu untuk memberantas sampah plastik yang dapat dihindari negara itu sebagai bagian dari rencana lingkungan 25 tahun pemerintah.

Media lokal mengutip data resmi pemerintah melaporkan bahwa Inggris memproduksi sekitar 2,26 juta ton limbah kemasan plastik setiap tahunnya. Namun hanya mendaur ulang kurang dari setengah dari jumlah keseluruhan yang diproduksi.

# Inggris Berencana Kenakan Pajak Terhadap Sampah Plastik