Karena Menolak Pasukan Pro Amerika, Pasukan Suriah Dituduh Bom Rumah Sakit

REINHA.com – Militer Rusia mengatakan tuduhan Gedung Putih terhadap pemboman rumah sakit di Gouta Timur tidak benar, Gedung Putih mengatakan Rusia membunuh warga sipil tak berdosa di Suriah.
Klaim Washington tersebut terjadi setelah Tentara Suriah menolak serangan kelompok-kelompok yang didukung AS, kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Itu adalah Amerika bukan Rusia yang melanggar resolusi PBB mengenai gencatan senjata di Suriah, kementerian tersebut menambahkan. Washington tidak melakukan apapun untuk membatasi militan yang didukungnya di Ghouta Timur sementara mereka secara teratur membakar Damaskus, membunuh warga sipil.
(Baca juga: Senator Amerika: Rusia Adalah Ancaman Di Timur Tengah)
“Itu adalah kelompok bersenjata yang didukung Washington yang telah menyerang garnisun pasukan pemerintah di (Ghouta Timur) setiap hari, sejak awal tahun 2018.
Ia menambahkan bahwa tidak ada “pernyataan yang memberatkan” dari AS atau sekutu-sekutunya ketika para militan melakukan serangan besar-besaran ke pasukan pemerintah.
Kementerian tersebut kembali mengecam laporan tentang dugaan serangan kimia di Ghouta Timur sebagai “rumor” yang dibuat oleh “kelompok propaganda.” Dimana AS sendiri telah berulang kali mengakui bahwa mereka tidak memiliki bukti bahwa serangan semacam itu diluncurkan oleh pemerintah Suriah.
Menteri Pertahanan AS James Mattis mengakui pada awal Februari bahwa Washington tidak memiliki bukti bahwa seranagn kimia telah digunakan oleh pemerintah Suriah. Kemudian, Pentagon juga mengatakan bahwa pihaknya juga tidak memiliki bukti adanya serangan kimia baru-baru ini di Suriah.
Menurut laporan dari RT, di Ghouta Timur militan sedang menembaki warga sipil, yang mencoba meninggalkan daerah tersebut melalui koridor kemanusiaan. Dimana Kementerian Pertahanan Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa militan lokal menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dan berencana untuk menyabotase upaya bantuan PBB.
Pada hari Minggu, militer Rusia juga mengatakan bahwa gerilyawan telah memberlakukan jam malam di Ghouta Timur, dan secara terbuka menghukum warga sipil untuk mencegah mereka melarikan diri dari daerah tersebut.
# Karena Menolak Pasukan Pro Amerika, Pasukan Suriah Dituduh Bom Rumah Sakit (jmw-reinha)


