Kuliah Online Ala Rocky Gerung: Merdeka Untuk Kesejahteraan Dan Kecerdasan Bangsa

Kuliah Online Ala Rocky Gerung: Merdeka Untuk Kesejahteraan Dan Kecerdasan Bangsa

Kuliah Online Ala Rocky Gerung: Merdeka Untuk Kesejahteraan Dan Kecerdasan Bangsa
Screenshot YouTube

REINHA.com – Bagi warganet nama Rocky Gerung tidak lagi asing. Pria kelahiran 20 Januari 1959 sangat populer di media sosial khususnya Twitter. Namanya kian melambung naik dan semakin dikenal masyarakat Indonesia.

Rocky Gerung sering menyampaikan kritik kepada pemerintah di akun media sosial miliknya. Oleh karena itu di kalangan haters Jokowi, Rocky Gerung dielu-elukan.

(Baca juga: Deddy Corbuzier: Harus Kita Akui 90 Persen Acara TV Kita Tidak Mendidik)

Tidak semua krikit yang dilontarkan Rocky mendapat pujian, banyak juga yang mencela dan bahkan balik mengkritik dirinya. Dengan jumlah follower yang mencapai 150 ribu orang tersebut, Rocky tampak santai membalas semua komentar dan kritik terhadap dirinya.

Seperti halnya dengan kritik dari akun bernama @synystergate78 “Prof @rockygerung terhormat,twitt lah yg bermanfaat untuk bangsa ini,yg mencerdaskan bangsa!!bukan ngoceh nggak karuan”.

Pria kelahiran Manado ini pun menyanggupi permintaan tersebut dengan mengatakan kuliah apa yang harus dia berikan “Ok, mau saya kasih kuliah apa? Tolong mention saya bila bong sudah tidur supaya gak ada yang berisik gak karuan”.

Selanjutnya Rocky pun memberi wejangan mengenai sejarah bangsa sesuai dengan permintaan dari akun tersebut. Dalam twitt berikutnya Rocky menyampaikan 10 poin tentang pandangannya terhadap sejarah bangsa. Berikut 10 poin wejangan Rocky Gerung yang dikutip dari akun Twitter miliknya.

1. Negeri ini didirikan dengan gagasan yang kuat: merdeka untuk kesejahteraan dan kecerdasan bangsa.

2. Keadilan sosial adalah ide yang melekat pada para pendiri bangsa. Kolonialisme dan sejarah penderitaan manusia mendasari ide itu. Sosialisme, terutama, adalah pengetahuan bersama mereka. Otodidak.

3. Bahkan dalam pandangan politik islam, sosialisme adalah dasar kuat keadilan. Ide sarekat islam, tumbuh dari pengalaman kongkrit penderitaan sosial manusia. Kolonialisme adalah perpanjangan kapitalisme.

4. Akumulasi pengetahuan, tumbuh bersama kritik intelektual yang keras antara para pemikir bangsa. Tapi tak ada permusuhan pribadi. Sangat dewasa.

5. Tapi ada masa menjelang kemerdekaan, ketika para pemikir bangsa ditangkap Belanda, diskursus intelektual berhenti. Ada kekosongan argumentasi dalam dunia politik. Akibatnya?

6. Kekosongan debat publik menyebabkan muncul kembali paham-paham doktriner: nasionalisme sempit, pandangan agama eksklusif, bahkan ide fasistis masuk dalam mental publik.

7. Debat konstituante untuk menghasilkan “pandangan bernegara” juga kurang maksimal karena beberapa pemikir tak ikut di dalamnya: tan malaka dan sutan sjahrir terutama. Mereka di bawah tanah.

8. Tapi debat bermutu tetap dapat dinikmati dalam sidang panjang konstituante itu. Sampai akhirnya kekuatan fasistis, nasionalisme sempit dan suasana frustrasi membalikkan situasi debat intelektual menjadi buntu.

9. Negeri ini lalu masuk dalam politik otoriter orde lama, berlanjut pada politik militeristik orde baru. Pada era itu, pikiran bebas dimusuhi. Teknokrasi mengefisienkan kampus dan media dengan satu slogan: “Stabilitas Nasional”. Tak ada oposisi.

10. Reformasi membawa harapan baru, tapi juga tak tuntas, karena mental transaksional orde baru terbawa masuk ke dalam sistem politik sampai hari ini.

# Kuliah Online Ala Rocky Gerung: Merdeka Untuk Kesejahteraan Dan Kecerdasan Bangsa

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.