Keji, Perlakuan Napi Teroris Terhadap Polwan Sulastri

Keji, Perlakuan Napi Teroris Terhadap Polwan Sulastri

Keji, Perlakuan Napi Teroris Terhadap Polwan Sulastri
Polwan Sulastri – Krishna Murti

REINHA.com – Keji perlakuan barbar napi teroris terhadap Polisi Wanita (Polwan) Iptu Sulastri yang sedang melakukan penjagaan dalam Rutan Mako Brimob.

Polwan Sulastri sempat disandera napi teroris di Mako Brimob. Suharti mengalami luka serius dibagian wajah, dan harus rela kehilangan giginya karena dihajar para teroris.

Kondisi terakhir polwan Sulastri diupdate oleh Brigjen. Pol. Krishna Murti diakun Intagram milikinya.

“Polisi penyidik dilatih untuk bermental humanis. Para napi teroris bermental membunuh. Lihat perilaku mereka terhadap Iptu Polwan Sulastri giginya habis dihajar para teroris laki-laki… Apakah mereka tahu kalau beliau adalah perempuan..???”

(Baca juga: Kerusuhan Di Mako Brimob, Lima Orang Polisi Dan Satu Tahanan Tewas)

Kerusuhan berdarah pecah di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak Selasa (8/5) malam mengakibatkan lima anggota Polri gugur, dan seorang napi tewas.

Keji, Perlakuan Napi Teroris Terhadap Polwan Sulastri
Polwan Sulastri – Krishna Murti

Berdasarkan informasi dari sumber di kepolisian, seperti yang dikutip dari tribunnews, Wawan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (8/5), dibesuk keluarganya yang juga membawa makanan untuknya. Namun, pengawal dari Densus 88 melarang pemberian makanan itu sehingga membuat Wawan marah.

(Baca juga: Rupiah Kian Terpuruk, Fadli Zon: Pemerintah Gagal Menjaga Martabat Bangsa)

“Sipir ***ing,” suara Wawan berteriak bergema dari satu ruangan di Blok C, Rumah Tahanan, Markas Komando Brimob. Selepas teriakan itu, seorang polisi bernama Muhammad Ramdani mendekati sel.

Lantaran makanan itu dibawa petugas bernama Budi, Ramdani tak bisa memberikan makanan yang diminta dan akan mengusahakan makanan tersebut datang selepas salat isya. Tak lama berselang, keributan muncul di blok. Pintu menuju tempat olahraga dijebol dari penghuni Blok C.

“Pemicunya adalah hal yang sepele, masalah makanan,” kata Brigjen Mohamad Iqbal.

Wawan Kurniawan alias Abu Afif merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah Pekanbaru, Riau.Wawan ditangkap lantaran terlibat dalam latihan militer di Jambi dan Riau.

Saat ditangkap pada Oktober 2017, Wawan diduga punya peran memotivasi kelompoknya menyerang kantor polisi. Kelompok ini latihan persiapan teror (i’dad) dan latihan menembak di Bukit Gema, Kabupaten Kampar, Riau.

Salah satu peserta latihan adalah Beni Samsu Trisno (BST) alias Abu Ibrohim. Beni diduga terlibat perencanaan aksi teror dengan target kantor polisi di Pekanbaru. Ia ikut dicokok polisi pada Oktober 2017.

Tekait makanan yang dibawa keluarga ketika menjenguk Wawan, polisi melarang karena jamak diketahui di kalangan aparat, termasuk di lembaga pemasyarakatan, tahanan atau narapidana (napi) terorisme kerap kali mendapatkan barang-barang selundupan dari keluarga atau penjenguk, termasuk melalui makanan.

Barang tersebut, sekalipun tidak berbahaya, tak jarang berupa surat atau catatan, dari sesama anggota jejaring terorisme yang diindikasi cukup berisiko ketika menjadi cara mereka menebar pemahaman ekstrem/radikal.

Oleh karena itu, aparat bersikap lebih tegas. Kemarahan Wawan berlanjut setelah persidangan dan kembali ke tahanan di Mako Brimob. Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, Wawan menuntut dipertemukan dengan petugas untuk memprotes soal larangan pemberian makanan, sebelumnya.

Namun, petugas yang ingin ditemui Wawan sedang tidak di tempat, dan Wawan diminta bertemu keesokan harinya.

Wawan rupanya tidak puas. Sekitar pukul 20.00 WIB, Wawan memprovokasi tahanan lain untuk membuka paksa sel mereka di Blok A, B, dan C Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Depok.

Mereka kemudian merangsek ke ruang interogasi, yang saat itu sedang ada Polisi Wanita Sulastri yang tengah memeriksa tahanan baru, anggota JAD dari Ambon.

Para napi kemudian merebut senjata Sang Polwan dan memukulinya.

Dari insiden inilah kemudian para tahanan teroris menyerang aparat lainnya dan menyandera mereka. Para tahanan bahkan menjarah gudang barang bukti dan merebut sedikitnya enam senjata laras panjang dan lima senjata laras pendek.

# Keji, Perlakuan Napi Teroris Terhadap Polwan Sulastri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.