Riyadh Dan Vatikan Teken Kesepakatan, Gereja Akan Dibangun Di Arab Saudi

REINHA.coom – Arab Saudi tidak akan lagi menjadi satu-satunya negara Teluk yang tidak memiliki tempat ibadat umat Kristen. Setelah sebuah kesepakan ditandatangani oleh pimpinan lokal wahhabi dan seorang kardinal Vatikan untuk membangun hubungan kerja sama.
“Ini adalah awal dari persesuaian … Ini adalah tanda bahwa pemerintah Saudi sekarang siap untuk memberikan citra baru ke negara itu,” salah satu pejabat senior Katolik, Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Kardinal Inter-religius Jean -Louis Tauran, mengatakan kepada situs Vatikan News setelah kembali dari Riyadh.
Tauran berada di Arab Saudi selama seminggu di pertengahan bulan lalu, dalam kunjungan yang secara luas diliput oleh media lokal, dan diabaikan oleh pers berbahasa Inggris. Dia bertemu dengan penguasa de-facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan dengan beberapa pemimpin spiritual.
(Baca juga: Wanita Ini Mengadopsi 8 Orang Anak, Karena Janjinya Kepada Allah)
Kesepakatan final ditandatangani antara Tauran dan Sheikh Mohammed bin Abdel Karim Al-Issa, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, sebuah LSM Wahhabi terkemuka.
Penandatangan ini membuka jalan tidak hanya untuk membangun proyek, tetapi telah menggariskan rencana untuk KTT Muslim-Kristen setiap dua tahun dan untuk hak yang lebih besar bagi agama non-Islam di kerajaan Teluk.
Arab Saudi memiliki reputasi sebagai salah satu rejim yang paling tidak toleran di dunia. Non-Muslim dihukum karena menampilkan agama mereka di luar rumah mereka, sementara Muslim yang memutuskan untuk masuk agama lain tunduk pada hukuman mati karena kemurtadan. Hukum agama Islam diberlakukan secara seragam pada semua penduduk di negara kaya minyak.
Meskipun demikian, masuknya pekerja migran ke kerajaan dalam beberapa dekade terakhir, membuat jumlah umat Kristen di Arab Saudi bertambah. Lebih dari 1,5 juta orang Kristen dianggap berada di negara itu dan sebagian besar berasal dari Filipina.
Pada tahun 2008 upaya Vatikan untuk negosiasi pembangunan gereja modern pertama ditangguhkan, dimana diumumkan perjanjian bersejarah yang berpotensi untuk pembangunan gereja pertama di negara Teluk tersebut.
Tapi kali ini mungkin berbeda, pada masa pemerintahan Mohammad bin Salman, sebuah kebiasaan penting melarang wanita berkendaraan dan pengawasan wali, telah ditiadakan.
# Riyadh Dan Vatikan Teken Kesepakatan, Gereja Akan Dibangun Di Arab Saudi


