Cerdas Dalam Mengkonsumsi Obat Selama Kehamilan

REINHA.com – Selama masa kehamilan, seorang ibu pasti mengalami banyak perubahan. Kondisi emosi yang berubah, berat badan yang bertambah, mual-mual di pagi hari, pucat, hingga merasa kram dan nyeri pada seluruh tubuh.
Perlunya pemeriksaan rutin tiap bulan di bidan ataupun dokter, memudahkan ibu untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan janin dan kesehatan ibu sendiri selama masa kehamilan. Obat-obatan akan diberikan untuk membantu ibu mengatasi keluhan selama kehamilan atau untuk membantu pemenuhan vitamin dan mineral yang kurang untuk perkembangan janin.
(Baca juga: Hati-Hati Terhadap Penggunaan Antibiotik Yang Berlebihan)
Tidak semua obat bisa dikonsumsi secara bebas oleh ibu hamil, harus dengan resep dari dokter atau atas petunjuk dari dokter. United State Food and Drug Administration (USA FDA) membuat kategori penggunaan obat selama kehamilan. Kategori ini terdiri atas 5, yaitu Kategori A,B,C,D,E,dan X.
a. Kategori A : Studi terkontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin (fetus) pada kehamilan trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya), dan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin.
b. Kategori B : Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dilaporkan terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya).
c. Kategori C : Studi terhadap binatang percobaan memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik, atau embroisidal, atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau belum ada studi terkontrol pada wanita dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan bila besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
(Baca juga: Penting, Cara Menyusui Bayi Yang Baik Dan Benar)
d. Kategori D : Ada bukti positif mengenai risiko tehadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius yang tidak efektif atau tidak mungkin diatasi dengan obat yang lebih aman)
e. Kategori X : Studi terhadap binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin berdasarkan pengalaman pada manusia ataupun manusia dan binatang percobaan, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaat yang mungkin diperoleh. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.
Melihat dari pengelompokan kategori obat di atas, maka patutlah seorang ibu yang sedang mengandung sebaiknya tidak mengkonsumsi obat tanpa resep dokter. Karena zat yang terkandung dalam suatu obat bisa sangat mempengaruhi perkembangan janin, terutama pada awal masa kehamilan.
# Cerdas Dalam Mengkonsumsi Obat Selama Kehamilan


