Hati-Hati Terhadap Penggunaan Antibiotik Yang Berlebihan

REINHA.com – Antibiotik merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh ataupun menghambat perkembangan mikroorganisme (bakteri) yang menyerang atau menginvasi sistem imun dari tubuh seseorang.
Pada lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik, dijelaskan bahwa, antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Berbagai studi menemukan bahwa sekitar 40 – 62 % antibiotik digunakan secara tidak tepat antara lain untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotik.
Dikutip dari bbc.com “Dunia tengah menuju ke era pasca antibiotik di mana infeksi biasa akan dapat membunuh. Jika tren ini berlanjut, intervensi mutakhir, seperti seperti transplantasi organ, bedah sendi, kemoterapi kanker, dan perawatan bayi prematur, akan menjadi lebih sulit atau bahkan terlalu berbahaya untuk dilakukan. Ini bahkan mungkin membawa ke arah akhir pengobatan modern seperti sekarang.” Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia WHO pada April lalu, ketika dia hadir di Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB, Dr Margaret Chan.
(Baca juga: Mengenal Diabetes Juvenile Atau Diabetes Melitus Tipe 1)
Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang awam atau masyarakat adalah menganggap bahwa semua jenis penyakit bisa diobati dengan antibiotik. Namun anggapan seperti itu tidaklah sepenuhnya benar. Tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri, ada yang disebabkan oleh virus bahkan ada yang disebakan oleh jamur. Terapi yang diberikan pun tentunya akan berbeda.
Dalam penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan, dapat timbul berbagai permasalahan terutama angka resistensi terhadap antibiotik tersebut. Maksud dari resistensi obat disini yaitu keadaan dimana kuman tidak dapat lagi dibunuh atau dihambat perkembangannya karena bakteri tersebut mampu untuk membuat sistem kekebalan tubuhnya sendiri sehingga dapat bertahan dari serangan antibiotik yang masuk ke dalam tubuh.
Contoh yang paling sederhana yang sering terjadi di masyarakat dalam penggunaan antibiotik yang irasional yaitu, pada saat menderita batuk dan flu, selalu saja mengkonsumsi antibiotik, padahal sesungguhnya batuk dan flu yang terjadi itu dikarenakan oleh virus yang menyerang pada saat sistem imun seseorang sedang menurun.
Perlu ada kerjasama dari berbagai pihak, baik itu dari pemerintah sendiri, masyarakat, farmasi, dan tenaga kesehatan untuk mencegah agar penggunaan antibiotik yang irasional tidak terjadi lagi.
Masyarakat perlu mengetahui kapan waktu, dosis dan aturan yang tepat untuk mengkonsumsi antibiotik. Mengkonsumsi antibiotik harus sesuai dengan apa yang diresepkan oleh dokter, jangan berlebihan dan jangan dikurangi sesuka hati.
# Hati-Hati Terhadap Penggunaan Antibiotik Yang Berlebihan


