Parlemen Norwegia Terpukau Dengan Perhutanan Sosial Indonesia

Parlemen Norwegia Terpukau Dengan Perhutanan Sosial Indonesia

Parlemen Norwegia Terpukau Dengan Perhutanan Sosial Indonesia
Mr. Espen Barth Eide @KementerianLHK

REINHA.com – Dalam rangkaian kunjungan ke Indonesia, Delegasi Parlemen Norwegia mengadakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan jajaran di kantor Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Selasa (25/9).

Parlemen Norwegia yang dipimpin Espen Barth Eide, First Vice Chair membahas kebijakan koreksi yang telah dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta dibahas pula kerjasama penguatan infrastruktur dan kapasitas REDD+ bersama Menteri LHK.

(Baca juga: Pencapain Indonesia Dalam Pengelolaan Hutan Dapat Perhatian Norwegia)

REDD+ merupakan sebuah mekanisme untuk mengurangi emisi GRK dengan cara memberikan kompensasi kepada pihak-pihak yang melakukan pencegahan deforestasi dan degradasi hutan.

Fokus pengurangan emisi sebesar 29% merupakan cerminan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement yang telah diratifikasi melalui UU No.16/2016.

Indonesia memandang perlu pengakuan untuk upaya dilakukan untuk mencapai hasil REDD+, termasuk kerangka peraturan dan kelembagaan. Keberhasilan Indonesia nantinya menentukan Result Based Payment REDD+ di Indonesia.

(Baca juga: Presiden Jokowi Tanggapi Insiden Meninggalnya Suporter Sepak Bola Haringga Sirila)

Dalam pertemuan itu, delegasi Parlemen Norwegia mengapresiasi Indonesia dalam pencegahan dan pengendalian karhutla, serta perhutanan sosial dimana masyarakat di sekitar hutan berkontribusi aktif menjaga hutan namun tetap memperoleh mata pencaharian.

Sebelumnya pada Sabtu (22/09) lalu delegasi Parlemen Norwegia mengunjungi Desa Tanjung Harapan, Kec. Batu Ampar, Kalimantan Barat yang merupakan salah satu daerah yang telah mendapat SK Perhutanan Sosial.

Delegasi Parlemen Norwegia melihat budidaya madu kelulut yang dilakukan oleh Lembaga Pegelola Hutan Desa setempat, mereka juga melihat budidaya kepiting bakau serta turut menanam mangrove di Hutan Desa Tanjung Harapan.

Mr. Espen Barth Eide selaku pimpinan delegasi Parlemen Norwegia menyatakan terpukau dengan Perhutanan Sosial di Indonesia. Dia meyakini bahwa dengan partisipasi masyarakat, kelestarian hutan dapat terjaga.

# Parlemen Norwegia Terpukau Dengan Perhutanan Sosial Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.