Melihat MDR (Multi Drug Resistant) Pada Pasien Tuberkulosis

Melihat MDR (Multi Drug Resistant) Pada Pasien Tuberkulosis

Melihat MDR (Multi Drug Resistant) Pada Pasien Tuberkulosis
Ilustrasi @u-report

REINHA.com – TB atau tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menular melalaui percikan dahak. Tuberkulosis bukan penyakit keturunan atau kutukan dan dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur, dan selalu diawasi oleh Pengawas Minum Obat (PMO).

Tuberculosis Multi Drug Resistant adalah keadaan dimana kuman Mycobacterium tuberculosis tidak dapat lagi dibunuh dengan salah satu atau lebih obat anti tuberkulosis. Seseorang bisa mengalami TB MDR jika penderita putus obat sebelum masa pengobatan selesai atau penderita sering tidak teratur dalam mengkonsumsi obat TB.

(Baca juga: Manfaat Aktivitas Fisik Untuk Kesehatan)

Mengutip dari Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan bahwa pada tahun 2013 WHO memperkirakan di Indonesia terdapat 6.800 kasus baru TB dengan MDR setiap tahun. Pada tahun 2015, diketahui angka TB MDR nasional mencapai 15.380 orang untuk yang terduga mengalami MDR, dengan yang telah terkonfirmasi sekitar 1.860 orang dan yang sudah diobati 1.566 orang.

Penyebab yang mendasari terjadinya peningkatan kasus TB MDR adalah :

1. Seorang penderita TB tidak tuntas menyelesaikan pengobatannya selama 6 bulan
2. Kurangnya ketersediaan obat
3. Petugas kesehatan memberikan pengobatan TB tidak tepat dosis dan tidak tepat dalam edukasi tentang lama pengobatan
4. Kualitas obat yang tidak baik

Lama pengobatan yang harus dijalani bagi pasien TB MDR yaitu berkisar 18-24 bulan dengan kriteria sebagai berikut :

1. Penderita TB gagal dalam pengobatan
2. Masih terdapat kuman TB setelah menjalani 3 bulan masa pengobatan
3. Penderita TB yang datang kembali setelah beberapa lama tidak menjalankan pengobatan
4. Penderita TB disertai dengan HIV yang tidak menunjukkan respon pengobatan TB
Semua pasien atau penderita TB MDR pasti akan sembuh, walaupun pengobatan yang akan dijalani semakin lama, penanganannya lebih sulit dan dengan jumlah obat yang diberikan akan semakin banyak.

Pemerintah saat ini sedang gencar dalam menuntaskan penyakit TB. Guna mencegah TB MDR, seluruh pemberi layanan pengobatan TB harus memberikan pelayanan yang berkualitas dan sesuai standar. Melakukan penemuan dini kasus TB membantu mengurangi kejadian TB MDR. Untuk mencegah penularan kuman TB, disetiap layanan primer kesehatan diharapkan dapat menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi secara tepat.

# Melihat MDR (Multi Drug Resistant) Pada Pasien Tuberkulosis

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.