Panggilan Hati Untuk Rakyat: Andreas Pareira Ajak Kader Bergerak Sungguh-Sungguh

REINHA.com – Ada yang berbeda dari seruan yang dilontarkan Andreas Hugo Pareira, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bidang keanggotaan dan organisasi dalam sambutannya dikegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Politik Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Flores Timur, di Gedung Paroki St. Ignasius, Waibalun, Kecamatan Larantuka, Kamis (30/4).
Hal ini bukan sekadar ajakan biasa, melainkan sebuah panggilan jiwa. Sebuah panggilan untuk tidak lagi menjadi penonton di negeri sendiri.
(Baca juga: Perintah Mega Mengakar Ke Bawah, Yunus Takandewa: PDI Perjuangan Flores Timur Bangkit Dari Luka Rakyat)
“Kami berharap teman-teman bergabung, mau menjadi pengurus partai, karena ada panggilan. Bukan tentang kursi, bukan pula tentang kekuasaan. Tapi tentang kesadaran bahwa mengurus partai adalah sama halnya dengan mengurus rakyat,” ujarnya.
Pesan ini menjadi penting di tengah meningkatnya sikap antipati publik terhadap politik praktis. Andreas Pareira justru membalik logika itu. Menurutnya, tidak terlibat dalam politik bukanlah pilihan bijak, karena semua sendi kehidupan ternyata ditentukan oleh keputusan politik.
“Kita tidak bisa bilang tidak mau tahu dan tidak mau terlibat dengan politik. Hari ini, apa yang diputuskan pemerintah bersama DPR adalah keputusan politik yang mengikat hidup kita. Dan itu semua berawal dari partai politik,” tegasnya menegaskan seruan tersebut.
Yang menarik, ajakan ini dibalut dengan penekanan pada ketulusan dan keseriusan. “Bergabung karena panggilan harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Bukan sekadar ikut-ikutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, anggota DPR RI tiga periode dari Dapil NTT I ini menekankan bahwa, PDI Perjuangan mengajak kader akar rumput untuk tidak merasa kecil. Keterlibatan mereka justru menjadi sumber penting dalam proses pembuatan keputusan politik.
“Kita di akar rumput bisa memberikan kontribusi untuk keputusan politik yang dibuat. Kita bisa menjadi sumber perubahan,” tegasnya menggelora.
Inilah panggilan untuk tidak lagi asing dengan politik. Karena pada akhirnya, diam dan tidak peduli berarti membiarkan nasib ditentukan orang lain. PDI Perjuangan membuka pintu bagi siapa saja yang mendengar suara panggilan itu.
“Panggilan untuk mengurus negara, dengan cara paling membumi. Mengurus partai, mengurus rakyat, dengan tulus dan serius,” tegasnya.
“Apakah anda mendengar panggilan itu?” Tutupnya dengan satu pertanyaan reflektif untuk sejumlah pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Flores Timur yang ada.
# Panggilan Hati Untuk Rakyat: Andreas Pareira Ajak Kader Bergerak Sungguh-Sungguh



