Perintah Mega Mengakar Ke Bawah, Yunus Takandewa: PDI Perjuangan Flores Timur Bangkit Dari Luka Rakyat

REINHA.com – Flores Timur kembali mengguncang semangat kerakyatan. Di tengah derasnya arus politik yang kerap melupakan wong cilik, PDI Perjuangan justru memantapkan akar perlawanan dan pengabdiannya ke pelosok akar rumput. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, dalam sambutannya dikegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Politik Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Flores Timur, di Gedung Paroki St. Ignasius, Waibalun, Kecamatan Larantuka, Kamis (30/4).
“Dengan watak banteng yang merah matanya dan putih mulutnya, simbol amarah terhadap ketidakadilan sekaligus kesucian dalam membela rakyat, partai ini menyatakan: tanpa struktur yang mengakar ke bawah yang menjemput luka, tak ada hakikat perjuangan,” tegasnya.
Menurut Yunus, di bawah kepemimpinan kader-kader yang lahir dari sejarah panjang Flores Timur, dari tokoh Partai Katolik, hingga almarhum Drs. Frans Lebu Raya, PDI Perjuangan Flores Timur akan terus mengobarkan program kerakyatan, dengan konsep koperasi. Dan melalui Badan Penanggulangan Bencana Partai, akan turun langsung ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana, mengungjungi serta mengadvokasi rakyat yang terdampak bencana. “Tak bergeming apakah berkuasa atau tidak, PDI Perjuangan akan selalu hadir menggandeng tangan para marhaen yang susah, memberi semangat, dan memecahkan masalah dengan gotong-royong,” ungkapnya.
“Inilah revolusi yang tak berisik: mengakar ke bawah, merakyat dalam duka dan suka, hingga Flores Timur bersiap memenangkan panggung sejarah berikutnya, bukan untuk kekuasaan, melainkan untuk kedaulatan yang hidup di genggaman rakyat sendiri,” tutupnya.***(CK/JMW)
# Perintah Mega Mengakar Ke Bawah, Yunus Takandewa: PDI Perjuangan Flores Timur Bangkit Dari Luka Rakyat



