Mengenal Glaukoma Si Pencuri Penglihatan

Mengenal Glaukoma Si Pencuri Penglihatan

Mengenal Glaukoma Si Pencuri Penglihatan
Ilustrasi @thinkstock

REINHA.com – Glaukoma sering dikenal sebagai si pencuri penglihatan. Penyebab kebutaan nomor 2 di dunia setelah katarak. Dari sekitar 1,2 juta penderita penyakit kebutaan mata, sekitar 0,2 persen diantaranya mengalami kebutaan karena glaukoma.

Glaukoma adalah suatu penyakit yang ditandai oleh kumpulan gejala berupa peningkatan tekanan bola mata yang disertai kerusakan saraf mata dan penyempitan lapang pandang.

(Baca juga:  Apa Itu Miopia, Apa Akibatnya Jika Tidak Ditangani?)

Faktor resiko glaukoma terdiri dari :

1. Terdapat riwayat glaukoma di dalam keluarga. Saudara sekandung lebih berisiko terkena glaukoma dibandingkan dengan orang tua dan anaknya
2. Menderita diabetes dan hipertensi
3. Penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid baik itu dalam jangka waktu pendek ataupun dalam jangka waktu panjang
4. Pernah mengalami trauma atau kecelakaan pada mata
5. Menderita rabun jauh ataupun rabun dekat yang tidak dikoreksi dengan kacamata ataupun dengan tindakan operasi

Glaukoma paling sering terjadi pada usia dewasa di atas 40 tahun, tetapi juga dapat terjadi pada dewasa muda, anak-anak dan bayi. Semakin muda usia sesorang yang menderita glaukoma, risiko kehilangan penglihatan semakin tinggi.

Pada penderita glaukoma terjadi gangguan pada keseimbangan produksi dan aliran keluar dari cairan akuos humor, sehingga tekanan bola mata menjadi lebih tinggi dibandingkan tekanan normal.

Penderita glaukoma akan mengalami beberapa gejala sebagai berikut :

1. Nyeri pada mata
2. Melihat bayangan lingkaran disekeliling cahaya
3. Mata memerah dan sakit kepala
4. Mata berkabut
5. Mual dan muntah karena tekanan dalam bola mata yang tinggi
6. Penglihatan menjadi menyempit dan makin lama mata tidak dapat melihat sama sekali

Terapi yang direkomendasikan pada penderita glaukoma yang disesuaikan dengan tingkat keparahannya yaitu :

1. Tetes mata untuk mengurangi tekanan pada bola mata
2. Tindakan dengan laser untuk membuka saluran keluar cairan dalam bola mata yang tersumbat
3. Operasi untuk memperbaiki drainase cairan dari mata anda

Kerusakan saraf mata yang telah terjadi akibat glaukoma hingga saat ini belum dapat disembuhkan, namun yang bisa dilakukan hanyalah mencegah agar tidak terjadi perburukan kerusakan saraf yang berujung pada kebutaan. Jika dalam keluarga memiliki riwayat glaukoma, maka dianjurkan untuk rutin memeriksakan mata untuk deteksi dini glaukoma. Jika mata telah dioperasi, dalam beraktivitas selalu menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari debu dan benda asing lainnya. Tetap menjalankan gaya hidup sehat, jangan terlalu terpaku pada glaukoma hingga melupakan kesehatan bagi tubuh kita sendiri.

# Mengenal Glaukoma Si Pencuri Penglihatan

  • 9
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.