Mengenal Stunting Kondisi Tubuh Pendek Pada Anak

REINHA.com – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi saat bayi berada dalam kandungan dan pada masa awal saat bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun (Dikutip dari buku 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)- Ringkasan).
Kondisi stunting bisa mengakibatkan pertumbuhan otak anak tidak optimal. Pertumbuhan otak yang tidak optimal sangatlah mempengaruhi kehidupan anak dimasa yang akan datang.
(Baca juga: Penting, Cara Menyusui Bayi Yang Baik Dan Benar)
Di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen. Sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 persen kategori pendek. Ini juga yang mengakibatkan WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk.
Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting yaitu :
1.Kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Yaitu pada masa sebelum kehamilan, setelah melahirkan bahkan pada masa emas 6 bulan pertama kehidupan dari seorang bayi. Beberapa fakta dan informasi yang ada menunjukkan bahwa 60 persen dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif, dan 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI).
2.Tingkat kehadiran anak di posyandu sangatlah rendah, disebabkan oleh masih banyaknya keterbatasan akses yang bisa dicapai oleh orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak selama masa petumbuhan, seperti tidak adanya akses untuk bisa mendapatkan imunisasi lengkap.
3. Kebutuhan gizi yang tidak tercukupi disetiap rumah tangga, dikarenakan harga buah dan sayuran di pasar mahal atau tidak terjangkau untuk masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah.
4. Fakta di lapangan mengungkapkan masih banyak keluarga yang tidak memiliki jamban, dan sulit untuk mengakses air bersih.
Melihat dari masih banyaknya anak-anak di Indonesia yang mengalami stunting, maka pemerintah saat ini sedang gencar melakukan aksi pemberantasan stunting. Target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah menurunkan prevalensi stunting dari status awal 32,9 persen turun menjadi 28 persen pada tahun 2019.
# Mengenal Stunting Kondisi Tubuh Pendek Pada Anak


