Fadli Zon Dan HKTI Minta Pemerintah Atasi Krisis Pakan Jagung

REINHA.com – Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon mengatakan sudah hampir tiga bulan, peternak ayam (termasuk peternak ayam petelur) mengalami krisis pakan jagung. Selain ketersediaan yang nyaris sulit ditemukan dipasaran, harga jagung juga melambung tinggi tak terjangkau.
Melalui akun Twitter miliknya, Fadli Zon mengungkap naiknya harga jagung yang kini menyentuh harga Rp 5.000 – Rp5.300 per kg, dari harga acuan ditingkat petani Rp 3.150 per kg dan ditingkat konsumen Rp 4.000 per kg. Dengan harga tersebut pun, pasokan jagung masih minim. Padahal komponen utama pakan ayam petelur adalah jagung.
Berdasarkan informasi dilapangan, beberapa sentral pertanian di Jawa Timur sudah panen, seperti di Tuban, Nganjuk, dan Trenggalek. Namun hasil panen tersebut tak dapat dirasakan para peternak ayam petelur di Blitar dan sekitarnya karena sudah diserap feed mill, kata Fadli Zon.
(Baca juga: Banjir Bandang Menerjang Tanah Datar, Sumatera Barat)
Hal ini menyebabkan para peternak telur yang memiliki kemampuan (secara kuantitas dan keuangan) membeli jagung kecil, tidak kebagian. Kondisi ini diperparah dengan harga telur yang anjlok dibawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
Lebih lanjut lagi Fadli Zon mengatakan dari informasi dan laporan yang diterima HKTI per 9 Oktober 2018, harga telur di sentra peternakan ayam petelur rakyat di Blitar sebesar Rp 16.000 – Rp 16.300 per kg. Harga ini jauh dibawah harga acuan farm gate Rp 18.000 – Rp 20.000 sebagaimana hasil revisi harga yang ditetapkan Kemendag.
Sulit dan mahalnya harga pakan jagung membuat para peternak ayam petelur rakyat di Blitar terpaksa melakukan afkir dini ayam ternaknya. Ini menjadi reaksi awal untuk mengurangi kerugian yang semakin dalam dan untuk bertahan hidup.
Dan reaksi ini menurut Fadli Zon logis dan natural dimana para peternak mengalami kesulitan pakan dan kerugian yang terus mendera. Kondisi ini bila terus berlanjut, dalam pandangan HKTI akan sangat membahayakan produksi dan tata niaga perteluran nasional.
Oleh karena itu Fadli Zon bersama HKTI mendesak pemerintah untuk mengalokasikan hasil panen jagung sejumlah kebutuhan para peternak ayam petelur rakyat dengan harga sesuai acuan pemerintah.
Jaminan alokasi dan harga ini harus ditetapkan dan dipenuhi Pemerintah melalui Bulog untuk waktu sepanjang tahun. Pemerintah harus menjamin ketersediaan pakan sesuai kebutuhan para peternak dengan harga sesuai acuan pemerintah selama sepanjang tahun.
Selain itu Fadli Zon dan HKTI mendesak pemerintah, bila sedang surplus atau ada panen jagung, Pemerintah tidak mengekspor ke negara tetangga tetapi memprioritaskan terlebih dahulu kebutuhan para peternak ayam petelur rakyat.
“Kalau ada surplus atau ekspor jagung maka sebaiknya ekspor distop dulu untuk penuhi kebutuhan pakan jagung para peternak. Jangan kita dapat untuk dari ekspor tapi sebagian rakyat kita ekonominya morat marit karena ekspor tersebut. Harus dahulukan kepentingan nasional” kata Fadli Zon.
Dalam hal urgen ini, Fadli Zon dan HKTI meminta pemerintah (Kementan, Kemendag, dan BULOG) melakukan kerjasama pembelian dengan feed mill.
Ini penting dilakukan segera dengan aturan sama-sama untung. Dan feed mill harus mau karena ini kepentingan nasional, dimana bila tidak dilakukan berpotensi akan merugikan feed mill itu sendiri.
# Fadli Zon Dan HKTI Minta Pemerintah Atasi Krisis Pakan Jagung


