Apakah Perlu Pemberian Antibiotik Saat Anak Diare?

Apakah Perlu Pemberian Antibiotik Saat Anak Diare?

Apakah Perlu Pemberian Antibiotik Saat Anak Diare?
Ilustrasi toilet. Shutterstock/ChameleonsEye

REINHA.com – Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar yang dalam sehari lebih dari tiga kali dengan konsistensi feses cair. Selain bakteri, penyebab diare bisa berasal dari parasit ataupun virus, alergi akan kandungan susu formula, malabsorbsi, dan keracunan makanan.

Sebagian besar kasus diare sering terjadi pada anak-anak. Pada saat diare, anak akan kehilangan cairan dan elektrolit. Kehilangan cairan dan elektrolit bila terjadi terus menerus dapat membuat anak mengalami dehidrasi. Tidak jarang pula pemberian antibotik dianggap mampu mengobati diare. Namun yang perlu diketahui bahwa antibiotik bukanlah jawaban atas penyakit ini. Sering mengkonsumsi antibiotik justru dapat membuat bakteri atau kuman menjadi kebal dan sulit untuk disembuhkan.

(Baca juga: Cara Menangani Nyeri Lambung Saat Hamil)

Diare merupakan salah satu penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak memerlukan antibiotik dalam terapinya. Pemberian antibiotik akan diberikan pada jenis diare tertentu seperti kolera, diare dengan feses berdarah atau yang menunjukkan tanda-tanda sepsis.

Tatalaksana yang umum dilakukan untuk mengobati diare yaitu :

1. Pemberian oralit dalam 200 ml air yang diberikan secara perlahan setiap kali terjadi BAB encer, untuk mengembalikan cairan dan elektrolit yang hilang
2. Pemberian Zink 20 mg selama 10-14 hari. Untuk anak dengan umur dibawah 6 bulan cukup diberikan setengah tablet, sedangkan anak yang lebih dari 6 bulan diberikan satu tablet. Zink bermanfaat untuk mengurangi lama dan tingkat keparahan diare dan menurunkan kejadian diare 2-3 bulan berikutnya
3. Lanjutkan pemberian ASI, bila anak masih dalam masa menyusui
4. Lanjutkan pemberian makanan
5. Perbanyak konsumsi air putih

Segeralah ke dokter jika diare anak tidak kunjung berhenti, anak tidak kunjung buang air kecil selama delapan jam, menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, bibir menjadi kering, demam tinggi, anak terlihat mengantuk dan selalu ingin tidur.

# Apakah Perlu Pemberian Antibiotik Saat Anak Diare?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.